HABARI.ID, KOTA GORONTALO I Peningkatan ekonomi masyarakat memang sudah menjadi salah satu tujuan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, jauh sebelum dirinya menjabat Kepala Daerah. Inilah salah satu alasan, kenapa baru dua bulan menjabat Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea sudah membuka kawasan kuliner di jantung Ibu Kota Provinsi Gorontalo.
Street Food Kota Gorontalo namanya, program kegiatan yang bergerak pada bidang UMKM di motori langsung Disnakerkop dan UKM Kota Gorontalo, yang berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait.
Program kegiatan ini bukan hanya sebatas gagasan baru seorang Adhan Dambea, tetapi menjadi solusi menjawab berbagai tantangan dihadapi Pemerintah Kota Gorontalo pada sektor ekonomi, kemiskinan dan pengangguran.
Sebab dengan Street Food ini Kota Gorontalo sebagai daerah jasa dan perdagangan, mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM dan masyarakat, menekan angka pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat yang berdampak pada menurunnya angka kemiskinan di daerah.
New Pasar Sentral Kota Gorontalo menjadi titik awal dimulainya gagasan Adhan Dambea, Wali Kota Gorontalo tersebut. Selang berjalannya waktu dan banyaknya peminat serta dampak positif yang dirasakan masyarakat, kawasan kuliner ini di perluas.
Singkat cerita Pemeritah Kota Gorontalo pun mematenkan sebuah program bernama Street Food yang pertama kali di gelar di sepanjang Jalan Nani Wartabone, lanjut pada Street Food Jilid II saat ini berlangsung di depan Gelanggang Olahraga Nani Wartabone.
Nah, tepat Sabtu (20/06/2026) malam Street Food Jilid III yang berlokasi di kawasan Kota Tua Kampung China, resmi dibuka Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea dan disaksikan langsung dua kepal daerah luar Gorontalo, masing-masing Bupati Simalungun, H. Anton Achmad Saragih dan Wali Kota Bitung, Hengky Honandar.
Muttakin Adam, Kepala Disnakerkop dan UKM Kota Gorontalo sampaikan, selama pelaksanaan Street Food di Kota Gorontalo hanya dalam jangka waktu empat hari perputaran uang di Kota Gorontalo mencapai ratusan juta.
“Pada Street Food Jilid I pendapatan pelaku UMKM secara total mencapai Rp. 452.813.500, pada Street Food Jili II pendapatan pelaku UMKM secara total naik menjadi Rp. 495.897.752. Artinya, program kegiatan yang digagas Pak Wali Kota dan Pak Wawali, benar-benar bermanfaat untuk masyarakat karena perputaran uang hampir Rp 1 miliar,” ujarnya.
Sementara itu Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea sampaikan dalam sambutannya saat membuka Street Food Jilid III Kota Tua Sabtu malam, bahwa banyak dampak yang dirasakan masyarakat dari kegiatan Street Food.
“Kota Gorontalo ini adalah daerah jasa dan perdagangan, tidak ada industri atau pabrik-pabrik di Kota Gorontalo. Inilah salah satu solusi dilahirkan Pemerintah Kota Gorontalo, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat terutama sektor UMKM ..,”
“Kenapa Street Food ini saya gelar di Kota Tua Kampung China, karena kawasan ini sangat sepi. Maka dari itu, kami dari Pemerintah Kota Gorontalo berinisiatif menata kawasan ini, perbaiki jalan dan bangunan pertokoan dengan mengecatnya sampai menggelar Street Food,” jelas Adhan.(bm/habari.id).







