Menjaga Indonesia

Pemkab Gorontalo Gulirkan Pasar Mobile Selama 2 Pekan PSBB

Nelson: Pasar Mingguan Tak Jadi Beroperasi, Kita Berdayakan Tukang Bentor Melalui Pasar Mobile

HABARI.ID I Pasar Mobile, merupakan 1 dari 4 program yang akan digulirkan pemerintah kabupaten Gorontalo saat diberlakukannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Disamping menjadi salah satu cara untuk mengurai kerumunan yang kemungkinan terjadi di pasar yang akan buka pada saat PSBB nanti, pasar mobile yang akan memberdayakan para tukang bentor ini, sekaligus memudahkan masyarakat untuk mendapatkan bahan kebutuhan sehari-hari tanpa harus keluar rumah.

Pemerintah akan memberi modal bagi para tukang bentor yang digunakan memodifikasi bentor dijadikan tempat belanja mobile dan untuk pengadaan barang dagangan.

“Ini adalah tempat belanja alternatif yang akan mobile keliling desa. Jadi, kita siapkan bentornya. Nanti mereka akan menyusur di pemukiman warga,” ungkap Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo.

Dengan program ini, diharapkan dapat menekan jumlah warga yang keluar rumah. Pemerintah akan memberikan bantuan modal kepada para tukang bentor agar pengadaan bahan keperluan sehari-hari yang akan dijual nanti.

“Nanti kita undang mereka dan siapkan nama-namanya biar nanti bisa kita putusakan,” kata Nelson.

Setiap desa akan memiliki satu tempat belanja mobile, yang berarti setiap satu desa memiliki satu tukang bentor yang akan beroprasi sebagai pedagang yang akan keliling desa.

Berita Terkait: PSBB: Pasar Di Kabgor Tetap Buka, Jarak Lapak Diatur, Penjual-Pembeli Wajib Gunakan Masker

Terkait pengaturan pusat pertemuan antara penjual dan pembeli ini, Nelson menegaskan, hanya pasar harian yang bisa beroperasi.

Sementara pasar mingguan yang sebelumnya juga direncanakan akan dibuka selama PSBB, dibatalkan setelah pihaknya melakukan rapat internal.

Namun dirinya menghimbau para pedagang untuk tidak berkecil hati, sebab para pedagang harian akan diberikan ruang tambahan untuk bisa berdagang.

“Program yang kita gulirkan ini akan membantu sistem pasar tradisional kita. Kepadatan warga tetap harus dikurangi …,”

“Salah satu caranya adalah dengan memecah konsentrasi penumpukan warga di satu titik dengan menyediakan opsi lain yang menjadi alternatif belanja,” jelas Bupati Nelson.(dwi/habari.id)