HABARI.ID, POLITIK I Sampai dengan saat ini sistem pemilihan umum proporsional tertutup dan terbuka, masih menjadi perbincangan hangat dan serius di berbagai kalangan politisi baik tingkat pusat sampai daerah, termasuk Provinsi Gorontalo.
Menariknya perbincangan hangat tentang sistem pemilu tersebut tidak membuat Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Gorontalo, Erwin Ismail menjadi down apalagi pesimis. Yang ada adalah terus mempersiapkan dirinya dan Partai Demokrat, bertemput pada kontestasi politik lima tahun sekali itu.
Sebagian orang berpandangan Partai Politik besutan Agus Harimurti Yudhoyono itu, tidak bisa mengulang sejarah dari daerah pemilihan Provinsi Gorontalo menuju Senayan, karena tidak signifikan hasil perolehan kursi Partai Demokrat pada pemilu beberapa tahun sebelumnya. Tetapi mereka lupa kalau politik itu dinamis, dan sejarah tersebut sudah mulai diukir Erwin Ismail sejak Pilgub 2024 lalu.
Erwin Ismail sekarang bukanlah Erwin Ismail yang dulu, dipandang sebagai pendatang baru di dunia politik Gorontalo. Tetapi Ia lebih dari sekedar Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Gorontalo, yang mampu melalui secara bertahap kerasnya proses politik di Gorontalo sampai akhirnya mencapai puncak, satu diantaranya satatusnya setara dengan politisi senior di Gorontalo.
Capai-capain Partai Demokrat baik di tingkat kabupaten, kota dan provinsi pada pemilu beberapa tahun sebelumnya, pasti sudah menjadi bahan evaluasi bagi Erwin Ismail untuk Demokrat dan kader-kader Demokrat. Sebagai politisi muda yang visioner, Erwin Ismail bisa saja sudah menyalurkan sebagian jiwa tempurnya untuk seluruh kader Partai Demokrat, agar terus siap menghadapi sistem pemilu baik itu proporsional tertutup atau terbuka.
Strategi bertempur di medan politik baik dunia nyata dan dunia maya sudah Ia kuasai, bahkan bisa saja Erwin Ismail sendiri sudah tahu seperti apa dan bagaimana kekuatan lawan politiknya. Laksana Jenderal Perang asal Tiongkok Sun Tzu, yang tahu kelemahan musuh jauh sebelum berperang, sehingga mudah melumpuhkan pertahanan musuhnya.
Jika Erwin Ismail dan Demokrat sudah siap menyambut sistem pemilu baik itu proporsional tertutup atau terbuka, lantas strategi perang yang bagaimana akan digunakan Erwin Ismail dan Partai Demokrat agar bisa meraih kursi di DPR RI?. Wallahualam bishawab.(bm/habari.id).







