Menjaga Indonesia

Pasar Pon Trenggalek Segera Diresmikan, Pengamen dan Pengemis Dilarang Masuk

HABARI.ID,TRENGGALEK I Selesai sudah revitalisasi pasar Pon Trenggalek. Pasar ini rencananya, Selasa (9/2/2021), akan dibuka secara resmi oleh Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin.

Pasar yang lengkap sarana dan prasarana yang lebih memadai ini, akan mendukung distribusi bahan pokok dan sekaligus menggerakkan sektor riil dan UMKM.

Pemerintah berharap masyarakat juga punya rasa memiliki serta menjaga dan memelihara semua fasilitas yang ada di pasar Pon Trenggalek. Termasuk bersama-sama menjaga kebersihan, kenyamanan dan keamanan pasar.

Pasar Pon akan menjadi urat nadi perekonomian di Kabupaten Trenggalek.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek Drs. Agus Setiyono menegaskan, setelah pasar Pon Trenggalek resmi beroperasi, pengamen dan pengemis tak boleh lagi melakukan aktivitas di dalam pasar.

Pasar Pon Trenggalek“Jadi nanti setelah pasar Pon diresmikan dan mulai buka, yang ada hanya aktivitas perdagangan. Pengamen dan pengemis tak boleh masuk ke dalam pasar,” kata Agus di ruang kerjanya, Senin (08/02/2021).

Agus juga menjelaskan, bahwa kawasan parkir hanya untuk parkir kendaraan dan tak boleh ada aktivitas jual-beli di situ. Seluruh aktivitas jual beli harus berada di dalam pasar.

Untuk pintu masuk kendaraan, baik roda dua dan roda empat, berada di sebelah timur. Dan untuk pintu keluar ada di sebelah selatan.

Pengaturan Akses Masuk Pasar

Sementara untuk para pengunjung yang berjalan kaki bisa melalui pintu pintu khusus. “Pintu gerbang ada di semua sisi. Kecuali yang di sebelah timur,” kata Agus.

Menurutnya, pasar Pon Trenggalek ini tidak memiliki bagian depan atau pun belakang. Karena semua kawasan menjadi satu kesatuan dan memiliki akses yang sama.

Agus mengajak seluruh pengunjung dan pedagang untuk tidak masuk ke kawasan pasar pon dengan cara melintas taman pembatas yang mengelilingi kawasan pasar Pon.

Meski tidak ada sanksi bagi mereka yang masuk ke kawasan pasar pon melalui taman pembatas, namun ia berharap kesadaran masyarakat untuk turut serta menjaga keindahan dan kenyamanan pasar.

“Kalau sanksi sih, tidak ada. Tergantung kesadaran kita bersama. Mari hal yang baik ini kita jaga. Karena mungkin ketika pandemi berakhir, kawasan tersebut bisa menjadi pusat perdagangan dan juga bisa menjadi kawasan wisata baru di Trenggalek,” pungkas Agus.(Sar/habari.id)