POHUWATO – Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI) menyatakan komitmennya untuk mendukung Pemerintah Kabupaten Pohuwato dalam upaya percepatan penanggulangan tuberkulosis (TBC), khususnya melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) radiografer serta dukungan tata laksana pemeriksaan radiologi.
Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan antara jajaran pengurus PARI dan Pemerintah Kabupaten Pohuwato yang berlangsung di SDN 01 Patilanggio, Kamis (05/11/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri 1. Ketua Umum PP PARI, Dr.H. Sugiyanto, S.Pd.M.App.Sc (MRI), Sekretaris 1 Dr. Edy Susanto, SH , S.Si, M.Kes, Ketua Bidang Hukum , Organisasi & Advokasi, Sarwidi , S.ST, M.Si., didampingi Ketua Pengurus Cabang (Kapengcab) PARI Kabupaten Pohuwato, Sappeani, S.Tr.Kes (Rad).
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pohuwato dihadiri langsung oleh Bupati Saipul A. Mbuinga, Wakil Bupati, Iwan S. Adam, Sekretaris Daerah, Iskandar Datau, Kepala Dinas Kesehatan, Fidi Mustafa, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Saipul A. Mbuinga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Ketua Umum PARI beserta rombongan. Ia menyambut baik kehadiran PARI dan berbagai program yang ditawarkan, terlebih pertemuan tersebut berlangsung dalam momentum peringatan Hari Kesehatan Nasional.
Menurut Bupati, sektor kesehatan merupakan salah satu prioritas utama yang tertuang dalam visi dan misi pemerintahan bersama Wakil Bupati. Selama kurang lebih dua tahun menjalankan roda pemerintahan, berbagai upaya terus dilakukan bersama jajaran OPD, khususnya Dinas Kesehatan dan pihak rumah sakit, untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
“Ke depan, komitmen kami dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah, khususnya di bidang kesehatan, akan terus menjadi perhatian besar. Karena itu, kami sangat mengharapkan dukungan PARI untuk membantu menjawab berbagai persoalan kesehatan yang menjadi tantangan bersama,”ungkapnya.
Bupati juga menjelaskan bahwa Kabupaten Pohuwato saat ini memiliki tiga rumah sakit dan 16 puskesmas. Pemerintah daerah pun terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk melalui dukungan dan pendampingan dari sejumlah rumah sakit pengampu, di antaranya Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.
Menurutnya, berbagai masukan dan pendampingan dari rumah sakit pengampu tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan fasilitas dan kualitas pelayanan rumah sakit di Pohuwato.
Secara khusus, terkait penanggulangan TBC, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menggerakkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder), mulai dari tingkat kabupaten hingga desa, agar terlibat aktif dalam upaya penemuan kasus melalui kegiatan pelacakan atau tracing.
Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan angka penemuan kasus TBC sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin dan target nasional penanggulangan TBC dapat tercapai.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pohuwato, Fidi Mustafa, menjelaskan bahwa penanggulangan TBC saat ini menjadi salah satu konsentrasi utama Kementerian Kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret dan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat upaya deteksi serta penanganan penyakit tersebut.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan merencanakan pengiriman alat rontgen portable ke seluruh puskesmas di Kabupaten Pohuwato sebagai bagian dari penguatan upaya deteksi dini TBC.
Dalam mendukung program tersebut, PARI menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi, terutama dalam penyediaan dan penguatan SDM radiografer serta dukungan terhadap tata laksana pemeriksaan radiologi.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, PARI, fasilitas pelayanan kesehatan, dan seluruh stakeholder hingga tingkat desa, diharapkan upaya penemuan kasus, pemeriksaan, serta penanganan TBC di Kabupaten Pohuwato dapat berjalan lebih optimal.
Sinergi ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat dan mendukung percepatan eliminasi TBC di Indonesia.






