HABARI.ID, KOTA GORONTALO I Rapat evaluasi PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Gorontalo dipimpin langsung Wali Kota Gorontalo, Hi. Adhan Dambea, sangat penting dan strategis.
Apalagi dalam forum resmu itu, capaian PAD Pemerintah Kota Gorontalo di awal tahun 2026 sangat memprihatinkan, sehingga membuat Wali Kota Gorontalo mengambil langkah tegas.
Menurut Orang Nomor Satu di Kota Gorontalo itu, di awal tahun 2026 sampai dengan saat ini kinerja pegawai Pemerintah Kota Gorontalo sangat menurun. Hal itu dibuktikan dengan capaian PAD Kota Gorontalo yang masih jauh dari target, yakni dari 8 persen yang ditargetkan hanya mencapai 4 persen.
“PAD Kota Gorontalo yang kita targetkan 8 persen, hanya mencapai 4 persen. Saya minta kepada Kepala Dispenda Kota Gorontalo dan Kepala Badan Keuangan, untuk menjadikan hal ini sebagai perhatian serius,” tegas Wali Kota.
Sebagai bentuk upaya dalam rangka mempercepat penyerapan PAD Kota Gorontalo di tahun 2026, Wali Kota Gorontalo meminta Kepala Dispenda Kota Gorontalo untuk mendata seluruh pegawai petugas PAD, untuk memaksimalkan PAD disemua objek.
Bahkan Wali Kota Gorontalo meminta kepada Kepala BKPP Kota Gorontalo, untuk memberikan toleransi kepada pegawai petugas PAD dalam hal absensi pegawai.
“Kepala Dispenda dan Kaban Keuangan tolong ini diperhatikan, PAD kita menurun artinya kinerja pegawai tak maksimal. Kalau bisa, mereka di data sesuai dengan tugas dan tanggungjawab yang diberikan ..,”
“Kepala BKPP Kota Gorontalo saya minta memberikan keringanan untuk pegawai petuas PAD, dalam hal absensi. Karena saya lihat, hanya persoalan absensi kinerja mereka terkendala, kalau bisa mereka tak perlu lagi ke kantor,” papar Wali Kota.
“PAD ini adalah urat nadi pelaksanaan program dan kegiatan Pemerintah Kota Gorontalo, agar tersampaikan maksimal kepada masyarakat. Namun jika PAD tak capai, apa yang harus kita pertanggungjawabkan kepada masyarakat,” timpalnya menutup.(bm/habari.id).






