Menjaga Indonesia

Musda Partai Golkar Kota Gorontalo Bakal Sengit

HABARI.ID I Musda (Musyawarah Daerah) Partai Golkar Kota Gorontalo, bakal sengit. Pasalnya, ada beberapa kader Golkar Kota Gorontalo diinformasikan siap maju pada perhelatan Musda Golkar Kota Gorontalo nanti.

Kader-kader Partai Golkar yang terinformasi bakal maju Musda itu diantaranya, Ryan F. Kono juga Wakil Wali Kota Gorontalo, Fedriyanto Koniyo Mantan Ketua DPRD Kota Gorontalo.

Selanjutnya Risman Taha Ketua AMPG Kota Gorontalo, Meyke Camaru merupakan Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Totok Bachtiar fungsionaris DPD II Golkar Kota Gorontalo dan terakhir Fikram Salilama juga Ketua Fraksi Partai Golkar Provinsi Gorontalo.

Seperti Fikram Salilama, yang sudah menyatakan sikap siap menjadi kandidat Musda Partai Golkar Kota Gorontalo, dengan alasan dirinya sebagai kader memiliki visi misi untuk membesarkan organisasi partai.

“Kalau ada PK atau PL yang mendorong dan mengharapkan saya maju, pada prinsipnya saya sebagai kader Golkar, siap menjadi kandidat. Walau pun, akan banyak kader-kader atau figur yang akan maju pada Musda Golkar Kota Gorontalo kedepan,” ujar Fikram.

Berbeda lagi dengan Totok Bachtiar, meski begitu banyak kader yang mengharapkan dirinya maju dalam perhelatan politik tersebut, dirinya tetap konsisten dan komitmen dengan keputusannya.

“Namun sebagai kader saya tetap konsisten dan komitmen, yang pantas dan masih layak memimpin Golkar Kota Gorontalo itu, adalah Bapak H. Marten A. Taha …”

“Karena beliau adalah Kepala Daerah saat ini, dan ingat Golkar itu adalah partai yang dekat hubungan emosional dengan masyarakat, dan itu sejak awal dibentuknya partai Golkar di Indonesia ini,” terang Totok.

Menanggapi tanggapan dan informasi terus berkembang tentang Musda Golkar Kota Gorontalo, Ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo Marten A. Taha jelaskan pelaksanaan musda ini sepenuhnya Dia kembalikan kepada pemegang hak suara.

“Terkait dengan hajatan ini, memang belum dibahas bersama. Namun, saya tetap kembalikan kepada pemegang hak suara, DPD I Golkar Provinsi Gorontalo dan DPP Partai Golkar,” ujar Marten.

Marten sendiri membuka selebar-lebarnya, pintu bagi kader Golkar Kota Gorontalo untuk berkompetisi pada hajatan besar tersebut.

“Sepanjang mereka dipercayakan oleh kader-kader dan masyarakat Kota Gorontalo, saya akan memberikan ruang selebar-lebarnya. Apalagi jabatan Ketua DPD kedepan bukan hanya terkait organisasi, tetapi harus mampu mempertahankan yang sudah ada …”

“Contoh diantaranya, Pemerintahan Daerah yang dipimpin oleh kader Golkar Kota Gorontalo, perolehan suara terbanyak masih tetap Golkar dan terakhir jabatan pimpinan DPRD Kota Gorontalo dari Partai Golkar Kota Gorontalo,” terang Marten.

Tidak hanya itu, kata Marten, meski dirinya masih diinginkan untuk menjadi pimpinan DPD II Golkar Kota Gorontalo, hal itu tetap dikembalikan kepada pemegang hak suara, DPD I Golkar Provinsi Gorontalo dan DPP Partai Golkar.

“Kalau tidak ada kader yang maju dalam perhelatan nanti, dan saya tetap diinginkan menjadi pimpinan DPD, saya siap mengabdikan diri saya untuk organisasi dan masa depan partai. Dengan melalui persetujuan dari pemegang hak suara, DPD tingkat I dan DPP Golkar,” tutup Marten.(4bink/habari.id).