Mudik Fisik dan Mudik Batin

oleh
mudik
Funco Tanipu ST., MA, Dosen Jurusan Ilmu Sosiologi Universitas Negeri Gorontalo.

HABARI.ID I Dalam mudik, hitung-hitungan ekonomi tak berlaku. Efisiensi tak diperhitungkan. Boros sedikit juga tak jadi soal. Yang penting pulang. Seperti dendam, rindu untuk mudik harus dibayar tuntas.

Sehebat-hebatnya kapitalisme dan seperti biasa, Ia tak bisa menuntaskan kebutuhan manusia. Ia selalu menciptakan kebutuhan baru, salah stau kebutuhan beru adalah; mudik.

Mudik pada akhirnya, adalah industri. Komoditinya adalah kerinduan. Pada sebagian kalangan, mudik adalah kontestasi, ada persaingan. Mempertontonkan prestasi dan keberhasilan selama berada di rantau.

Sebagian lagi, menggunakan momentum mudik untuk ziarah ke makam leluhur, ada pula yang menggunakan momentum untuk berbagi. Ada pula yang menggunakan momen untuk bisa mengkreasi agenda sosio-lultural, seperti reuni ataupun silaturahmi akbar.

Tapi, beberapa hari lalu, mudik adalah sesuatu yang terlarang. Alasannya memutus penyebaran virus. Padahal, sebelumnya mobilitas antar daerah adalah sesuatu yang menjadi biasa di saat pandemi.

Apapun itu, mudik bagaimanapun adalah ritus yang mesti didudukkan secara proporsional. Secara fisik memang kita tak bisa lagi mudik, dengan alasan yang dibuat maupun dibuat-buat.

Tapi, mudik secara batin mesti kita lakukan. Mudik batin adalah awal dari teater kebutuhan manusia untuk kembali ke asal usulnya. Asal usul kita yang suci, adalah saat kita dilahirkan ke muka bumi ini, saat keluar dari rahim ibu kita.

Mudik inilah yang mesti kita tuju, sebagaimana tujuan Ramadan dikreasi oleh Nya, agar menjadi manusia-manusia yang suci, disucikan dan tersucikan.

Ramadan pada pokoknya adalah “Pabrik” penyucian. Salah satu metodenya adalah manusia kembali “mudik” ke seperti ia dilahirkan; suci.

Selamat mudik ke asal kita yang sebenanya, agar kita bisa disucikan, walaupun itu berarti kita tidak bisa merasa suci. Suci adalah anugerah, yang kita senantiasa belajar dan bermohon agar dikaruniai selalu keberkahan.(*).

Baca berita kami lainnya di

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.