Menjaga Indonesia

Pemusnahan Miras 36 Ton Bukti Kriminalitas di Gorontalo Menurun

HABARI.ID I Pemusnahan Miras (Minuman keras) atau beralkohol sebanyak 36 ton, menurut Gubernur Gorontalo Rusli Habibie adalah salah satu bukti, bahwa tingkat kriminalitas di Provinsi Gorontalo menurun.

“Seperti yang disampaikan Kapolda Gorontalo, dari evaluasi kriminalitas se Indonesia, Provinsi Gorontalo menduduki posisi paling akhir …”

“Dan salah satu buktinya, banyaknya miras yang disita aparat Kepolisian yang sekarang dimusnahkan,” ujar Rusli Sabtu (20/06/2020).

Sebagai mitra kerja dari institusi Polri, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polda Gorontalo dan Korem 133/NWB Gorontalo.

Dalam partisipasi dan keseriusan melakukan operasi miras dan menekan angka kriminalitas, di wilayah hukum Provinsi Gorontalo.

“Saya harapkan, permasalahan miras ini bukan hanya tugas dari TNI/Polri, tapi tugas kita semua, Bupati dan Wali Kota, dari desa hingga ke dusun, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh masyarakat …”

“Marilah kita berperang untuk memberantas minuman beralkohol. Karena saya yakin TNI/Polri tidak akan mampu jika bekerja sendiri, karena jumlah penduduk kita jauh lebih banyak dari pada jumlah anggota TNI/Polri,” tegasnya.

Sejumlah barang bukti miras jenis Cap Tikus yang berhasil disita aparat Kepolisian saat menggelar razia.

Sementara itu Kapolda Gorontalo Irjen Pol Adnas jelaskan, barang bukti miras yang dimusnahkan ini sebanyak 36.792,3 Liter atau senilai Rp 2,7 Miliar di lapangan Mako Sat Brimob Polda Gorontalo.

“Ini merupakan hasil sitaan kepolisian pada semester 1 tahun 2020. Jumlah ini tergolong besar, apalagi ketika dirupiahkan …”

“Dengan asumsi harga per liternya Rp 75 ribu, maka nilai barang bukti miniuman beralkohol jenis cap tikus tersebut sekitar Rp 2,7 miliar,” ungkap Irjen Pol. Adnas.

Pemusnahan miras ini adalah bukti keseriusan Polda Gorontalo bekerjasama dengan jajaran TNI, dalam menjaga dan menjunjung tinggi nilai religius Provinsi Gorontalo.

“Kemarin dilakukan evaluasi kriminalitas se Indonesia dan alhamdulillah Gorontalo adalah Provinsi paling akhir, untuk tingkat kriminalitasnya rendah,” tambahnya.

Keseluruhan barang bukti yang dimusnahkan berasal dari Polda Gorontalo sebanyak 18.090,7 liter, Polres Gorontalo Kota 835,2 liter.

Polres Limboto 2.022 iter, Polres Bone Bolango 2.254,4 liter, Polres Gorut 13.350 Liter, dan Polres Boalemo 240 liter.(sodik/habari.id).