HABARI.ID, KOTA MOJOKERTO I Suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan mewarnai Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung GOR dan Seni Mojopahit, Rabu (26/8) bersama Ustad Zaki Mirza.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan masyarakat dalam suasana kekeluargaan dan kebersamaan. Menurutnya, kekompakan warga menjadi modal penting bagi keberlangsungan pembangunan di Kota Mojokerto.
“Alhamdulillah warga Kota Mojokerto kompak duduk rukun. Ini adalah sebuah modal bagi seluruh program dan pembangunan bisa berjalan dengan baik dan lancar ke depannya,” kata Ning Ita sapaan akrab wali kota.
Dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, Ning Ita mengajak masyarakat untuk menghadirkan semangat keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Ia meyakini, dengan meneladani sifat-sifat Rasulullah, kehidupan masyarakat akan semakin damai dan terhindar dari gesekan maupun perselisihan.
“Kalau umat muslimnya Kota Mojokerto senantiasa meneladani sifat-sifat Rasulullah, maka tidak akan ada lagi yang namanya gesekan, tidak akan ada lagi yang namanya gontok-gontokan. Pasti semuanya akan adem ayem, pasti semuanya akan damai,” tuturnya.
Ning Ita menegaskan, kerukunan tersebut menjadi kekuatan Kota Mojokerto yang memiliki masyarakat plural dengan beragam agama, suku, dan etnis. Kondisi itu pula yang membuat Kota Mojokerto telah dinobatkan sebagai kota harmoni oleh Kementerian Agama.
“Berbagai suku etnis hidup berdampingan di sini. Itulah kenapa sejak empat tahun yang lalu Kota Mojokerto dinobatkan oleh Kementerian Agama sebagai kota harmoni, karena masyarakatnya semuanya guyub rukun dan penuh toleransi,” jelasnya.
Sementara itu, dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Ning Ita mengajak masyarakat untuk senantiasa mensyukuri kemerdekaan yang telah dinikmati bangsa Indonesia selama 81 tahun. Di tengah rasa syukur tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap saudara-saudara di berbagai daerah yang sedang menghadapi musibah.
Ning Ita mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama mendoakan masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, dan Sulawesi agar diberikan kesabaran, ketabahan, serta keselamatan. Ia juga memohon doa seluruh masyarakat agar Kota Mojokerto senantiasa mendapatkan rahmat dan perlindungan Allah SWT.
“Saya berharap doa panjenengan semua di peringatan Maulidun Rasul ini agar Kota Mojokerto juga senantiasa diberikan Allah rahmat sehingga menjadi kota yang damai, aman, dan sejahtera seluruh warganya,” imbuhnya.
Ning Ita kemudian mengajak masyarakat untuk terus memperbanyak membaca selawat sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Ia berharap tausiyah yang disampaikan Ustaz Zaki Mirza dapat menjadi tambahan ilmu sekaligus siraman rohani yang membawa kedamaian bagi seluruh masyarakat Kota Mojokerto.
Sementara itu, Ustaz Zaki Mirza dalam tausiyahnya mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan secara lebih luas. Menurutnya, kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebatas bebas dari penjajahan atau diteriakkan melalui kata-kata, tetapi juga harus diwujudkan dalam kebebasan pikiran dan hati dari berbagai penyakit.
“Merdeka itu bukan hanya menyemakkan merdeka lewat kata-kata, tidak. Merdeka itu adalah memerdekakan pikiran kita dari suuzon, buruk sangka, over thinking, sering mikir jelek sama orang lain,” ungkap Zaki Mirza.
Ia melanjutkan, kemerdekaan sejati juga berarti membebaskan hati dari dendam, iri, dengki, dan berbagai penyakit hati lainnya.
“Merdeka itu maknanya adalah memerdekakan hati kita dari penyakit hati, dendam, kesumat, iri, dengki, susah lihat orang lain senang, senang lihat orang lain susah,” tegasnya.
Pengajian akbar tersebut ditutup dengan doa bersama, sekaligus menjadi momentum bagi masyarakat Kota Mojokerto untuk memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta mengisi kemerdekaan dengan akhlak dan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.(ch4/habari.id).






