‘Kuis Hari Bumi’ Google jadi Trend, Gini Cara Aksesnya

oleh
Hari Bumi

HABARI.ID I Menjadi tranding topik, banyak warganet yang mulai mengikuti kuis Hari Bumi yang yang disediakan oleh google. Kuis ini seperti pada kuis online lainnya, dimana setiap orang diminta menjawab pertanyaan. Hasil jawaban dari pertanyaan ini selanjutnya digunakan oleh google untuk menentukan karakter hewan apa yang sesuai dengan kepribadian orang tersebut.

Cara mengakses kuis ini terbilang mudah, yakni dengan mengetik key word ‘Kuis Hari Bumi’ ada pencarian google, lalu google akan secara otomatis menampilkan tampilan pertanyaan tersebut.

Kuis terbilang sukses karena hampir diseluruh dunia semua orang menjadikannya sebuah postingan foto di media sosial mereka. Sebab hasil dari kuis ini bisa dibagikan pula ke Facebook, Twitter, email, dan juga aplikasi lainnya.

Sebagai tambahan sebelum mengikuti kuis yang lagi ramai ini, setidaknya wajib mengenali sejarah singkat dari Hari Bumi. Peringatan Hari Bumi dicetuskan oleh Gaylord Nelson seorang Senator Junior, dia memilih tanggal 22 April sebagai hari peringatan untuk planet yang kita pijaki ini.

Nelson terinspirasi dengan gerakan mahasiswa anti-perang yang bergerak menyuarakan gagasan mereka. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk mengajak mahasiswa lain bersama-sama mengkampanyekan gerakan anti polusi udara dan air.

Di mana dia dan bersama kedua kawannya, Pete McCloskey dan seorang mahasiswa Denis Hayes pada tanggal 22 April mengundang semua mahasiswa untuk mengikuti serangkaian pertemuan yang berisi pembahasan terkait kondisi lingkungan tersebut.

Kerusakan dan polusi udara dan air memang terus terjadi hingga kini, dari data dari American Association for the Advancement of Science (AAAS), Indonesia menempati urutan ke dua sebagai negara penghasil sampa laut terbesar di dunia setelah China. AAAS menunjukan sebanyak 1,3 juta Ton sampah dibuang ke laut oleh warga Indonesia. Dan kebanyakan merupakan sampah plastik.

Sementara itu, polusi udara di Ibukota Negara Indonesia menempati urutan ke 6 dengan total 67 poin untuk polusi udara dari 10 Ibukota negara di dunia. Polusi udara sangat berdampak pada manusia, setidaknya dari pendataan WHO lebih dari 2000 orang di kawasan Asia Tenggara meninggal akibat terpapar polusi udara.

Penyadaran tentang pentingya mencintai ‘Bumi’ sebisa mungkin ditanamkan dalam diri setiap orang. Di era antroposentrisme ini, manusia bukan hanya berkewajiban untuk meningkatkan kualitas dan keberlangsungan hidup tetapi juga menjaga lingkungan dari dampak pembangunan itu sendiri. (Wi/Habari.id)

 

Baca berita kami lainnya di

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.