HABARI.ID, KOTA GORONTALO I “Sejak kami resmi dilantik sebagai Wali Kota Gorontalo dan Wakil Wali Kota Gorontalo, kami temukan kondisi keuangan Pemerintah Kota Gorontalo minus. Apalagi Rumah Sakit Aloei Saboe defisit Rp 40 miliar. Jadi kami memulai pemerintahan ini dengan minus,” ujar Wali Kota Gorontalo, Hi. Adhan Dambea, diberbagai kegiatan Pemerintah Kota Gorontalo saat itu.
Kondisi keuangan Pemerintah Kota Gorontalo terlebih Rumah Sakit Aloei Saboe yang memprihatinkan, tidak membuat Adhan Dambea dan Indra Gobel kehabisan ide dan gagasan. Yang ada adalah, bagaimana rumah sakit rujukan satu-satunya di Provinsi Gorontalo itu bisa bangkit dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Adhan Dambea dan Indra Gobel pun sejak saat itu mulai mengencangkan ikat pinggang mereka, dan berbagai kebijakan secara tegas dilakukan yang diawali dengan rapat evaluasi secara berkala, mulai dari SDM (Sumber Daya Manusia), adminstrasi sampai dengan pengelolaan keuangan disetiap unit kerja termasuk RSAS.
Walhasil, Adhan Dambea dan Indra Gobel pun tersenyum lebar dengan informasi yang disampaikan Direktur RSAS Kota Gorontalo, Abdulhafidz Daud, tentang kondisi keuangan RSAS Kota Gorontalo yang sudah bangkit dari defisit Rp 40 miliar.
Artinya, kebijakan dan ketegasan Adhan Dambea dan Indra Gobel memberikan dampak baik serta positif terhadap pelaksanaan roda pemerintahan daerah, terutama RSAS Kota Gorontalo yang saat itu berada diujung kehancuran akibat defisit Rp 40 miliar.
Menariknya, evaluasi secara berkala dilakukan Adhan Dambea dan Indra Gobel terhadap unit-unit kerja Pemerintah Kota Gorontalo, masih terus berlanjut seperti rapat evaluasi PAD (Pendapatan Asli Daerah) di Ruang Pola Kantor Wali Kota Gorontalo.
Hal tersebut tentunya demi menjadikan Pemerintahan Kota Gorontalo dan daerah lebih baik dari sebelumnya, dari kondisi minus menjadi surplus. Dan Adhan Dambea serta Indra Gobel sendiri, tidak akan main-main melakukan evaluasi apalagi program yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Alhamdulillah, sudah surplus pak wali Rp. 1,8 miliar,” kata Direktur RSAS, Abdulhafidz Daud saat memaparkan laporan dihadapan Wali Kota Adhan, Wawali Indra dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid pada rapat koordinasi dan evaluasi pendapatan asli daerah (PAD), Kamis (26/2/2026).
Meski mendapat kabar baik atas kondisi keuangan RSAS, Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea tak langsung merasa puas. Orang Nomor Satu di Kota Gorontalo malah meminta Direktur RSAS untuk memperhatikan persoalan lain, yang harus ditangani segera seperti parkir.
Bahkan Wali Kota Gorontalo secara langsung meminta Direktur RSAS untuk mempihak ketigakan penanganan parkir di RSAS dan RS Otanaha, kondisi Masjid Al Adha I di kawasan RSAS untuk diberikan perhatian.
“Pak Dir Masjid disitu, diperhatikan. Saya waktu salat disitu, sangat memprihatinkan. Tolong itu di cat. Karena keberadaan masjid disitu sangat dibutuhkan keluarga pasien untuk shalat,” pungkas Adhan.(bm/habari.id).






