Menjaga Indonesia

Kesadaran Masyarakat Untuk Terapkan Prokes, Dinilai Masih Kurang

HABARI.ID I Direktorat Kesehatan kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan RI, masih temukan masyarakat di Provinsi Gorontalo belum disiplin terapkan protokol kesehatan Covid-19. Hal ini terungkap dalam kunjungan tim monitoring dari Kemenkes RI, Jumat (04/06/2021).

Administrasi Kesehatan (Adminkes) Ahli Muda, Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga Kemenkes RI, dr Inne Nutfiliana menjelaskan, para pekerja sangat rentan tertular virus corona dalam aktivitas kerja, apalagi di masa pandemi covid 19.

Olehnya, penerapan protokol kesehatan harus menjadi kewajiban dalam setiap aktivitas pekerjaan, baik di perusahaan para pedagang, tenaga kesehatan maupun masyarakat umum.

“Berdasarkan hasil pengamatan sepintas memang, sebagai institusi di Gorontalo sudah cukup menerapkan protokol kesehatan. Namun, dari sisi masyarakatnya masih kurang atau harus ditingkatkan lagi kedisiplinan penerapan protap kesehatan,” kata dr Inne Nutfiliana.

Menurutnya, perlu adanya pengawasan dan penerapan sanksi dari pemerintah daerah agar perilaku masyarakat bisa terbiasa dalam hal manaati protokol kesehatan, baik mengenakan masker maupun menghindari kerumunan

Inne Nutfiliana menuturkan, monitoring dan evaluasi protap kesehatan tersebut Kemenkes RI bekerjasama dengan tiga organisasi profesi, yakni PAKKI (Perhimpunan Ahli Kesehatan Kerja Indonesia), PERDOKI (Persatuan Dokter Spesialis Okupasi) dan IDKKI (Ikatan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia).

“Jadi lokasi yang kami evaluasi adalah tiga tatanan kerja, baik di puskesmas, laboratorium, rumah sakit. Kemudian sektor industri atau perusahaan dan UMKM. Selain itu, adajuga di hotel, pasar dan bandara,” terangnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Provins Gorontalo, dr Yana Yanti Suleman mengatakan kegiatan tersebut untuk memberikan penilaian kinerja bagi Dinkes Provinsi agar kinerja bisa lebih optimal

“Memang secara umum adalah perlindungan nakes dalam bekerja secara khusus untuk mengendalikan covid 19 bagi tenaga kesehatan. Nanti, tim dari Kemenkes maupun PAKKI akan memberikan hasil dari evaluasi tersebut kepada kami,” tandasnya. (sodiq/habari.id)