Intan Ibrahim, Mahasiswa UNG: Mengejar Pendidikan Sampai ke Pelaminan

oleh
oleh
Intan Ibrahim, Mahasiswa Jurusan Farmasi Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG, saat mengikuti breafing memakai pakaian kebesaran adat Gorontalo, Bili'u.(f/istimewa).

HABARI.ID, KAMPUS I Jika sebagian mahasiswa hanya disibukkan dengan satu fase dalam hidup mereka, menuntut ilmu. Maka berbeda dengan Intan Ibrahim, mahasiswa Profesi Apoteker UNG (Univesitas Negeri Gorontalo) yang berani menghadapi dua fase besar dalam hidup, menuntut ilmu dan menikah.

Kondisi ini memang sangat tidak mudah Ia jalani, apalagi Ia sebagai perempuan. Karena di luar sana, tidak sedikit yang mampu menghadapi dua fase tersebut. Bahkan ada yang memilih menikah, dan terpaksa tidak menyelesaikan studinya.

Intan Ibrahim sendiri, tak ingin perjalanan panjang yang sudah Ia lalui hanya berakhir sia-sia. Meskipun perempuan, Ia berusaha sekuat tenaga, jiwa dan pikiran menghadapi berbagai tantangan yang datang.

Tidak terkecuali tantangan dimana Ia harus menentukan pilihan yang sangat sulit, apakah mengikuti breafing agar bisa mengikuti UKOMNAS (Ujian Kompetensi Nasional), atau melanjutkan prosesi pernikahannya.

Semangatnya untuk menyelesaikan kuliah bersamaan dengan pernikahan, Ia jalani penuh dengan keyakinan. Dengan harapan, pencapaian akademiknya bisa menjadi kado istimewa di momen pernikahannya.

Sebagai Agen of Change, Intan Ibrahim dengan bijak mengambil keputusan. Memilih mengikuti breafing sebagai syarat wajib agar Ia bisa menjalani UKOMNAS, dan berhasil meyakinkan calon suaminya, orang tua, Tokoh Adat dan pihak kampus agar pernikahannya tetap berlanjut dan tidak dibatalkan.

Akhirnya kebahagiaan besar itu sukses Ia ciptakan. Mendatangi Kampus Peradaban UNG bukan dengan pakaian bebas rapi, tetapi pakaian kebesaran adat Gorontalo, Bili’u.

Sekitar pukul 10.00 WITA, Intan Ibrahim masih berada di kampus UNG memakai pakain kebesaran adat Gorontalo, dan kembali ke rumah. Hal tersebut wujud keseriusannya mempersiapkan diri menghadapi ujian profesi apoteker, akan dilaksanakan melalui sistem CBT (Computer Based Test).

Ini adalah sejarah pertama di UNG, mahasiswa menjalani proses pendidikan menggunakan pakaian kebesaran adat Gorontalo, dan sejarah bagi Intan Ibrahim sendiri mampu melalui dua fase besar dalam hidupnya.

Bahkan sejarah yang sudah diukir Intan Ibrahim ini, bukan hanya menjadi catatan khusus di Kampus Merah Maron dan cerita bagi anak-anaknya kelak. 

Tetapi sejarah tersebut menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa di UNG, bahwa untuk menyelesaikan studi di UNG tidak semudah membalikkan telapak tangan, penuh ketekunan serta perjuangan jiwa raga dan pikiran yang bijak.

Kepala Laboratorium OSCE Jurusan Farmasi FOK (Fakultas Olahraga dan Kesehatan) UNG, Dr. Mohamad A. Mustapa, S.Si., M.Sc, jelaskan briefing merupakan tahapan yang wajib diikuti peserta sebelum pelaksanaan UKOMNAS.

“Briefing ini wajib diikuti peserta. Karena besok mereka akan melaksanakan ujian profesi apoteker, sehingga seluruh peserta harus mendapatkan arahan dari panitia pusat,” jelasnya.

Pada UKOMNAS PDPA kali ini, terdapat sembilan peserta dari lingkungan Profesi Apoteker UNG yang akan mengikuti ujian. Diantara sembilan peserta tersebut, perjuangan Intan menjadi cerita tersendiri.

Sementara itu, Dekan FOK UNG, Dr. Hartono Hadjarati, turut memberikan apresiasi terhadap kesungguhan para peserta didik Profesi Apoteker dalam mempersiapkan diri menghadapi UKOMNAS.

Menurutnya, berbagai persiapan yang telah dilakukan peserta merupakan bagian dari proses panjang untuk meraih kompetensi dan menjadi seorang apoteker yang profesional. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan baik, tenang dan penuh percaya diri.

“Kami sangat mengapresiasi setiap persiapan yang telah dilakukan oleh peserta didik Profesi Apoteker. Ini adalah bagian dari perjuangan mereka untuk mencapai kompetensi sebagai seorang apoteker,” ujar Hartono.

Ia juga menyampaikan doa dan dukungan kepada seluruh peserta UKOMNAS PDPA UNG agar dapat memberikan kemampuan terbaik saat menghadapi ujian. “Kami mendoakan semoga seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan lancar dan semuanya bisa lulus,” tambahnya.(bm/habari.id).

Baca berita kami lainnya di