Gubernur Gusnar Tinjau SMA 1 Pinogu, Pemprov Kucurkan Rp 2,7 Miliar untuk 5 Fasilitas

oleh
oleh

HABARI.ID, PEMPROV | Kehadiran Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Selasa (22/9/2026), membawa harapan baru bagi guru dan siswa SMA Negeri 1 Pinogu. Satu-satunya SMA di kecamatan terpencil itu terus ditingkatkan fasilitasnya. Sedikitnya ada lima fasilitas yang dibenahi tahun 2026 ini. Empat dibangun baru yakni ruang perpustakaan, ruang laboratorium, toilet, serta rumah dinas guru, dan satu direhab yakni ruang kelas. Pemprov Gorontalo mengucurkan anggaran Rp 2,7 miliar.

“Mudah-mudahan pembangunan bisa diselesaikan pada tahun ini. Tadi kontraktor pelaksana melaporkan hambatan yang paling besar adalah kekurangan air. Saya bilang harus perkuat di situ agar supaya pekerjaan tidak terlambat. Itu saja yang di sini mudah-mudahan kontraktornya bisa menyelesaikan ini dengan baik,” harap Gusnar usai peninjauan.

Gubernur mengakui pembangunan fisik di Pinogu berbeda dari kecamatan lain. Sebagai daerah yang sulit diakses, harga material melambung tinggi dibandingkan harga pasar karena biaya transportasi yang harus ditanggung kontraktor dengan kendaraan roda dua. “Memang ada perbedaan harga yang cukup tajam ya, material-material yang harus diangkut dari kota ke sini itu memerlukan biaya tambahan. Itu juga menjadi kendala, tapi kita tetap laksanakan,” tambahnya.

Kunjungan itu dimanfaatkan para guru untuk curhat. Salah satunya soal tunjangan transportasi guru terpencil. Mereka mencontohkan guru SD dan SMP yang sudah menerima tunjangan tersebut. Transportasi di Pinogu bukan persoalan sepele. Ongkos ojek dari Tulabolo hingga Pinogu pulang-pergi biasanya dibanderol Rp800 ribu hingga Rp1 juta per orang.

“Teman-teman daerah terpencil dari kabupaten SD, SMP itu dapat transportasi untuk guru-guru. Apakah bisa kami dari SMA yang khususnya di Pinogu mendapatkan hal itu?” tanya Wakepsek SMAN 1 Pinogu Nian Didipu. Gubernur Gusnar mengaku setuju dan akan mengkaji regulasinya.

“Insyaallah, insyaallah. Sambil diingatkan terus ke kepala dinasnya. Kalau gubernur lupa berarti kepala dinas yang lupa. Kalau saya setuju sekarang, cuma jangan sampai lupa karena kita harus masukkan lagi di aturan. Ya kan? Biar kita tidak salah,” tegasnya. Selain tunjangan, guru juga menyampaikan kebutuhan air bersih di sekolah serta fasilitas komputer dan internet. Saat ini siswa masih harus ke Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango untuk mengikuti Tes Kompetensi Akademik. (adv/habari.id)

Baca berita kami lainnya di