HABARI.ID I Tanggal 11 Maret, tidak hanya menjadi momen memperingati kejadian luar biasa di negeri ini yang disebut Supersemar atau Surat Perintah 11 Maret 1966. Tetapi menjadi hari lahirnya seorang gadis, yang kini sebagai pemimpin pertama dari kalangan perempuan di tanah Serambi Madinah, Provinsi Gorontalo.
Ia bukan lain adalah Idah Syahidah Rusli Habibie, eks siswa SD Negeri Harjodipuran kelahiran 11 Maret 1962, perempuan pertama yang menjabat Wakil Gubernur Gorontalo.
Perjalanan karir Idah Syahidah Rusli Habibie, laksanan perjalanan panjang Negeri ini dari orde lama ke orde baru menuju era reformasi. Jika kala itu Soeharto mendapat mandat dari Presiden RI pertama Soekarno untuk memulihkan keamanan negeri pasca G30S/PKI. Maka kala itu Idah Syahidah Rusli Habibie, tengah sibuk mempersiapkan diri mulai dari jenjang pendidikan Sekolah Dasar, sampai bergelar Doktoranda jebolan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung 1990, untuk masa depan.
Idah Syahidah Rusli Habibie di usia 28 tahun, sudah memulai karirnya sebagai staf di Klinik Ginjal R.A. Habibie sejak 1990 sampai 1992. Kemudian terangkat sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara) Kanwil Sosial Jawa Barat sejak tahun 1992 sampai 2000, dan pindah tugas ke PRSBD Prof. Dr. Soeharso Surakarta sejak tahun 2000 sampai 2002.
Sebagai perempuan kelahiran 11 Maret 1962 yang memiliki Shio Macan berarti pemberani, Idah Syahidah Rusli Habibie pun memberanikan diri berpindah tugas dari Pula Jawa ke Pulau Sulawesi Gorontalo, tepatnya di Dinas Sosial Kota Gorontalo meski sudah berusia 40 tahun kala itu.
Di daerah rantau karir dan pendidikan Idah Syahidah Rusli Habibie semakin cemerlang, pasalnya baru enam tahun menjalani tugas di Dinas Sosial Kota Gorontalo, Ia sudah bergelar Magister Hukum dan menduduki jabatan Sekretaris Dinas Sosial Kota Gorontalo di tahun 2008.
Mengingat dirinya sudah memulai karir di Kanwil Sosial Jawa Barat, pengalaman sebagai Sekretaris Dinas Sosial Kota Gorontalo tentu sudah cukup bagi dirinya, dan melanjutkan karir sebagai ASN di Dinas Sosial Provinsi Gorontalo selama sembilan tahun sampai tahun 2017. Dan di tahun yang sama Idah Syahidah Rusli Habibie sempat merasakan menjadi Staf Khusus Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Selama 25 tahun sejak 1992 sampai dengan tahun 2017, berkecimpung di dunia birokrasi sebagai aparatur sipil negara dengan pengalaman yang lebih dari cukup, Idah Syahidah Rusli Habibie pun memberanikan diri terjun ke dunia politik pada tahun 2019, membawa Bendera Parti Golkar. Walhasil, Ia pun terpilih sebagai Anggota DPR RI periode 2019-2024 dari daerah pemilihan Provinsi Gorontalo.
Keberhasilan Idah Syahidah Rusli Habibie di dunia politik patut dacungi jempol. Karena Ia menjadi satu-satunya Tokoh Politik dari kalangan perempuan, yang meraih kesuksesan sampai ke tingkat Nasional.
Sepertinya Shio Macan membawa keburuntungan untuk Idah Syahidah Rusli Habibie, pasalnya setahun pasca menyelesaikan tugas sebagai Wakil Rakya di DPR RI, pada tahun 2025 Ia terangkat sebagai Wakil Gubernur Gorontalo pertama dari kalangan perempuan.
Jabatannya sebagai Wakil Gubernur Gorontalo pun memberikan dampak baik dan positif terhadap karir politiknya di Partai Golkar. Diamana Idah Syahidah Rusli Habibie ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo, melalui Musda yang di gelar DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo.
Tidak hanya itu saja, nama Idah Syahidah Rusli Habibie disebut-sebut sebagai Calon Gubernur Gorontalo terkuat, dari Partai Golkar pada Pemilu akan datang. Karena banyak kalang politisi baik lokal, regional dan nasional menilai, Idah Syahidah Rusli Habibie satu-satunya Tokoh Perempuan yang berpotensi memimpin Gorontalo.
Lantas, apakah keberuntungan Shio Macan masih akan memihak pada Idah Syahidah Rusli Habibie, jika Ia memberanikan diri maju sebagai Calon Gubernur Gorontalo pada Pemilu akan datang?. Wallahualam bishawab.(bm/habari.id).






