Gubernur Marah! Banyak Pimpinan OPD Tak Hadiri Pelepasan Peserta PKA

oleh
oleh
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, saat menyampaikan sambutan pada pelepasan peserta PKA Angkatan I Provinsi Gorontalo.(f/bmk).

HABARI.ID, PEMPROV I “Saya tanya ke Pak Budi, ini berapa orang yang diundang. Dijawab para pejabat 26 Pak. Saya minta nama pimpinan OPD yang tidak hadir, tapi disebutkan yang hadir. Acara pelepasan peserta, tapi mentornya tidak hadir. Jadi saya minta daftarnya, beritahu besok pagi Jam 09.00 pagi bertemu dengan saya,” tegas Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail saat menyampaikan sambutan pelepasan peserta dan panitian PKA Angkatan I Provinsi Gorontalo, di Aula Rujab Gubernur Minggu (30/08/2026) malam.

Kemarahan Orang Nomor Satu di Provinsi Gorontalo itu memuncak, saat Ia tahu bahwa banyak pimpinan OPD sebagai mentor tidak hadir pada pelepasan peserta PKA Angkatan I Provinsi Gorontalo. Dari sebanyak 26 pimpinan OPD yang diundang, yang tidak hadir sekitar 57 persen.

“Bukan soal ringan atau berat. Ini salah satu nilai yang saya upayakan semaksimal mungkin disiplin waktu. Ada pejabat Eselon II, kalau diundang tidak hadir. Mohon maaf, saya soal itu tidak ada tawar menawar,” terang Gubernur.

Lebih lanjut Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail tegaskan bahwa bicara tentang disiplin adalah hal sangat penting jika dikaitkan dengan kinerja.

“Jadi, untuk barang itu (disiplin waktu.red), satu kunci bapak ibu sekalian. Tidak disiplin, tidak ada cerita kerjanya. Bukan hanya hadir terlambat, bahkan tidak hadir. Mau apa model begitu,” terang Gubernur dengan tegas.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail akui, memang tidak mudah membangun sebuah sistem pemerintahan daerah yang pegawainnya disiplin waktu bahkan bisa menghargai waktu.

“Memang agak sulit membangun ini. Tapi oke kita pelan-pelan, saya mohon dokungan untuk itu. Mungkin masih ingat kita semua, pidato pertama saya adalah soal ini (disiplin waktu.red) ..,” 

“Karena selama ini saya menilai dari top pimpinan sampai di bawah, itu jam karetnya di Gorontalo kurang lebih ada 150 persen. Artinya, molor minimal satu setengah jam dari yang ditentukan. Ini harus jadi perhatian semua,” pungkas Gubernur Gorontalo.(bm/habari.id).

Baca berita kami lainnya di