Gubernur: Launching PPDS Bukti Fakultas Kedokteran UNG Melangkah Lebih Cepat dan Berani

oleh
oleh
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail dan Rektor UNG, Eduart Wolok, usai menandatangani dokumen berita acara.(f/hmsung).

HABARI.ID, PEMPROV I Rektor UNG (Universitas Negeri Gorontalo) Eduart Wolok, dan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menjadi eksekutor utama pada launching Program PPDS (Program studi Pendidikan Dokter Spesialis dan Subsepesialis) Fakultas Kedokteran UNG, di Ballroom Damhil Hotel Gorontalo Selasa (03/03/2026).

Kegiatan yang dihadiri langsung Dirjen (Direktur Jenderal) Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, Rektor perguruan tinggi negeri dan swasta, Direktur Rumah Sakit Pendidikan, Guru Besar dan Civitas Akademika Fakultas Kedokteran UNG itu, menjadi momen sakral dan sebatas seremonial belaka.

Dalam sambutannya Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail sampaikan, Pemerintah Provinsi Gorontalo dan masyarakat patut bangga atas capaian Fakultas Kedokteran UNG saat ini. Pasalnya baru berusia tujuh tahun sudah menunjukkan lompatan dan kemajuan yang luar biasa.

“Dalam usia yang relatif muda, FK UNG tidak hanya bertahan dan berkembang, tetapi telah dipercaya membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis, khususnya Spesialis Anestesi sebuah bidang yang sangat krusial dalam sistem pelayanan kesehatan, ini adalah bukti bahwa FK UNG tidak berjalan lambat, tetapi melangkah cepat, terarah, dan berani,” ujar Gubernur.

Pemerintah Provinsi Gorontalo memahami betul bahwa tantangan pelayanan kesehatan ke depan semakin kompleks. Kebutuhan akan dokter spesialis dan subspesialis bukan lagi pilihan, melainkan keharusan strategis.

“Kehadiran Program Spesialis Anestesi di UNG, serta Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak dan KKLP, melalui kolaborasi dengan Universitas Sam Ratulangi Manado, merupakan jawaban nyata atas kebutuhan daerah, sekaligus wujud sinergi antarperguruan tinggi di Kawasan Timur Indonesia,” terang Gubernur.

Lanjut Gusnar Ismail, kolaborasi ini menunjukkan bahwa kemajuan pendidikan kedokteran tidak bisa dibangun sendiri, tetapi harus ditopang oleh jejaring akademik, rumah sakit pendidikan, dan dukungan pemerintah daerah.

“Saya berharap, dengan dibukanya program-program ini, akses pendidikan dokter spesialis bagi putra-putri Gorontalo semakin terbuka, tanpa harus selalu keluar daerah ..,”

“Ketersediaan dokter spesialis dan subspesialis di rumah sakit-rumah sakit Gorontalo semakin meningkat, terutama di layanan kritis seperti anestesi dan kesehatan anak. Terbangun ekosistem pendidikan kedokteran yang kuat, berintegritas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” papar Gubernur.

Terakhir Gubernur Gorontalo sampaikan, Pemerintah Provinsi Gorontalo berkomitmen untuk mendukung penuh pengembangan pendidikan kedokteran, baik melalui kebijakan, kemitraan rumah sakit, maupun dukungan terhadap keberlanjutan program-program strategis seperti ini.

“Saya mengucapkan selamat dan sukses atas launching Program Studi Spesialis Anestesi Universitas Negeri Gorontalo serta Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak dan KKLP Universitas Sam Ratulangi Manado ..,”

“Semoga FK UNG, meski masih muda usianya, terus tumbuh menjadi fakultas kedokteran yang unggul, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan Gorontalo dan Indonesia Timur,” pungkas Gubernur.(bm/habari.id).

Baca berita kami lainnya di