Dana Insentif Daerah Dorong Pemulihan Ekonomi Lewat Sektor Pertanian dan Peternakan

oleh
Dana Insentif Daerah
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati saat menyerahkan bantuan kepada anggota Poktan, Rabu (10/11/2021).
banner 468x60

HABARI.ID, MOJOKERTO I Dana Insentif Daerah (DID) Kabupaten Mojokerto jadi stimulus untuk mendorong pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Pemerintah Mojokerto pun mengupayakan penggunaan anggaran tersebut untuk meningkatkan perputaran ekonomi di sektor pertanian dan peternakan.

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengatakan Rabu (10/11/2021), kedua sektor tersebut telah memberikan kontribusi dan menopang perekonomian di tengah situasi pandemi Covid-19. Untuk itu, seluruh anggaran tersebut secara penuh diperuntukan bagi pengadaan kebutuhan pertanian dan peternakan.

““Pertanian dan peternakan, adalah sektor pemberi kontribusi besar terhadap perekonomian Kabupaten Mojokerto dalam masa pandemi Covid-19. Dua bidang ini hampir tidak terdampak efek pandemi dan cenderung stabil,” ungkap Ikfina.

Dana Insentif Daerah ini juga merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap daerah Kabupaten Mojokerto dalam menanggulangi dampak pandemi Covid-19. Bantuan dari alokasi DID tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Mojokerto kepada seluruh Kelompok Tani dan Peternak.

“Dana ini tidak untuk sektor lain selain untuk keperluan pemulihan ekonomi. Sehingga Pemerintah Kabupaten Mojokerto memanfaatkan dana ini untuk dikelola para poktan dan peternak..,”

“Maka dari itu, saya mendorong agar produktifitas pertanian dan peternakan lebih ditingkatkan, dengan memanfaatkan berbagai peluang yang ada, sehingga perekonomian juga meningkat,” jelas Ikfina.

Mendorong Revolusi Teknologi di Sektor Pertanian dan Peternakan

Di era dewasa ini, Ikfina juga mengajak petani dan peternak untuk mampu beradaptasi pada kemajuan zaman. Bupati menekankan pentingnya sentuhan digitalisasi untuk meningkatkan dua sektor tersebut. Mulai dari digital marketing, hingga visi ke depan yakni memakai teknologi berbasis IT untuk alat-alat bertani.

“Bukan tidak mungkin, untuk membasmi hama tikus di lahan pertanian, tidak lagi butuh racun kimia. Melainkan memasang suara dengan frekuensi tertentu yang sensitif bagi tikus. Hal ini sangat mungkin terjadi di masa depan dengan kemajuan teknologi digital,” terang bupati.

Sementara itu, Plt. Kadisperta Kabupaten Mojokerto Nurul Istiqomah, di awal acara juga menyebut bahwa sektor pertanian dan peternakan merupakan bidang strategis yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah.

“Petani dan peternak adalah pahlawan pangan bagi kita di Kabupaten Mojokerto. Saat pekerja sektor lain terpaksa work from home karena pandemi Covid-19, petani dan peternak tetap bekerja di lahan mereka untuk memproduksi bahan pangan. Kita patut bersyukur karena sektor ini minim terdampak pandemi,” kata Nurul. (FP/Cha/Habari.id)

Baca berita kami lainnya di

Tinggalkan Balasan