Menjaga Indonesia

Beradaptasi dengan ‘New Normal’, Ini yang Akan Dilakukan Nelson …

HABARI.ID I Sudah saatnya masyarakat beradaptasi dengan kondisi ‘new normal‘. Jika perilaku masyarakat saat sebelum pandemi Covid-19, masih mengabaikan perilaku hidup besih dan sehat, maka kini sudah harus terbiasa dengan protokol kesehatan dan benar-benar menerapkan perilaku hidup sehat sebagai salah satu cara untuk beradaptasi dengan new normal.

Dengan protokol kesehatan, masyarakat bisa terhindari dari kemungkinan tertular virus Corona. Tentang bagaimana beradaptasi dengan new normal ini.

Baca Juga: PSBB Berakhir 31 Mei, Gubernur Minta Bupati/Wali Kota Lakukan Kajian

Terutama soal kesiapan, pemerintah kabupaten Gorontalo terus mempersiapkan segala hal, termasuk hal yang paling prinsip dalam penerapan “prosedur standar tatanan baru”.

“Sampai kapan kita seperti ini?. Sampai kapan masjid ditutup dan sekolah diliburkan?. Dan sampai kapan masyarakat harus dibatasi? …,”

“Tak ada yang tahu kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir. Maka yang harus kita lakukan adalah berbenah, menyiapkan diri untuk beradaptasi dengan tatanan baru, new normal,” jelas Nelson Pomalingo.

Menurut Prof. Nelson Pomalingo, new normal bukanlah sebuah kepasrahan. Melainkan semangat untuk melawan Covid-19 dengan cara meningkatkan kualitas hidup dan perilaku masyarakat.

Meningkatkan kualitas kesehatan dan terbiasa dengan protokol kehidupan yang steril, serta menjadi masyarakat yang lebih mengedepankan kebersihan dalam berbagai aktivitas.

“Jadi, penggunaan masker, dan berbagai aturan atau protokol kesehatan itu, menjadi bagian dari kehidupan kita.Yang pake masker itu, normal. Justru yang tak pakai masker, itu tidak normal,” ungkap Nelson Pomalingo.

Beradaptasi dengan new normal, memungkinkan perputaran ekonomi berjalan kembali. Sendi-sendi kehidupan lainnya pun akan ikut berproses alami secara berkala.

Jika pemerintah terus memberlakukan PSBB dan berbagai pembatasan lainnya, menurut Nelson, akan berpengaruh pada perkembangan Negara.

Nelson menjelaskan, pihaknya akan terus menyiapkan berbagai kebutuhan lainnya untuk menerima tatanan baru ini.

New Normal adalah tatanan kehidupan baru, dimana masyarakat dibiasakan dengan perilakukan yang bisa menghindari efek buruk dari wabah Covid-19. Faktor-faktor higiene menjadi standar hidup wajib.

“Kita buat pertahanan diri. Dan itu dilakukan secara sadar oleh masyarakat. Sehingganya, PSBB tak perlu lagi dilanjutkan …,”

“Beberapa sistem lainnya, harus bertransformasi sebagai bentuk upaya adaptasi dengan kondisi yang baru. Termasuk sistem pendidikan kita, juga harus bertransformasi,” kata Nelson.

Sistem yang harus terbangun pada new normal ini, kata Nelson, menjadi solusi selama tidak bisa dipastikan kapan pandemi Covid-19 akan berakhir.(dwi/habari.id)