Bandara Djalaluddin Bakal Berganti Status

oleh
Bandara, Djalaluddin.
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, saat membahas hibah tanah bertempat di Mabes TNI AU, Jakarta, Selasa (1/9/2020).
banner 468x60
HABARI.ID I Bandara Djalaluddin bakal berganti status dari bandara nasional ke internasional, hal ini terlihat dari perjuangan yang dilakukan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, bersama jajarannya membahas tentang hibah lahan baik milik Pemerintah Provinsi Gorontalo, dan TNI AU Selasa (01/09/2020).

Menjadikan bandara djalaluddin sebagai bandara internasional, termasuk sebagai embarkasi haji yang dilengkapi dengan fasilitas, sudah menjadi cita-cita Gubernur Gorontalo Dua Periode itu sejak dulu.

Dan bersama Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sutan Rusdi.

banner 468x60

Kadis Perhubungan Jamal Nganro dan Kaban Keuangan Huzairin Roham, termasuk Kepala Bandara Djalaluddin Ben Adisurya dan perwakilan dari Kemenhub RI.

Rombongan yang dipimpin Rusli pun menemui jajaran petinggi TNI AU, saat itu dihadiri oleh Kepala Dinas Barang Tidak Bergerak (BTBAU) Marsekal Pertama TNI Bowo Herutomo.

Komandan Lanud Sam Ratulangi Kolonel (Pnb) Abram Robert A. Tumanduk, Aslog Kaskoopsau II Kolonel (Tek) Nyoman Suryawan.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (dua kiri) bersama Kepala Dinas Barang Tidak Bergerak (BTBAU) Marsekal Pertama TNI Bowo Herutomo saat membahas hibah tanah bertempat di Mabes TNI AU, Jakarta, Selasa (1/9/2020).(Foto: Dzakir-BPPG).

“Cita-cita kami menjadikan bandara Djalaluddin sebagai bandara internasional, untuk mewujudkan Embarkasi Haji Penuh dan mendukung akses pariwisata mendunia …”

“Syaratnya landasan pacu harus diperpanjang menjadi 3000 meter x 45 meter, dan penambahan runway strip. Begitu juga dengan infrastruktur pendukung lainnya. Makanya kami butuh lahan milik TNI AU,” ujar Rusli Habibie.

banner 468x60

Sebagai gantinya, Pemprov Gorontalo akan menghibahkan lahan di Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara kepada TNI AU.

Tanah seluas lebih kurang 71.891 M2 itu dibutuhkan TNI AU, untuk pengembangan Lanud Sam Ratulangi.

“Sambil menunggu proses hibah lahan selesai, maka untuk sementara kita sepakati perpanjangan pinjam pakai dulu. Lahan di Gorontalo dipinjam pakaikan ke kita, begitu juga sebaliknya dengan lahan kita di Minahasa Utara ke TNI AU,” imbuhnya.

Gubernur Rusli dikenal getol memperjuangkan pengembangan bandara Djalaluddin. Setelah sukses membangun bandara baru melalui dana APBN, ia mengupayakan peningkatan status menjadi bandara internasional.

Selain untuk mendukung embarkasi haji penuh, bandara internasional juga membuka akses transportasi udara bagi wisatawan manca negara berkunjung ke Gorontalo secara lebih cepat dan lebih mudah. Misi Gorontalo mewujudkan pariwisata mendunia bisa terwujud.

Posisi Gorontalo cukup strategis sebagai daerah penopang pariwisata Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah yang lebih dulu populer.

Keduanya memiliki wisata laut Bunaken dan Pulau Togian yang menjadi destinasi favorit wisatawan asing.(bink/habari.id).

Baca berita kami lainnya di

Tinggalkan Balasan