Menjaga Indonesia

Antraks Terus Mengancam, Pemerintah Kabgor Gencar Lakukan Vaksin Hewan Ternak

HABARI.ID I Jumlah ternak sapi dan warga yang terinfeksi antraks (anthrax), masih bertambah. Kondisi ini mengharuskan pemerintah kabupaten Gorontalo mengambil langkah cepat pencegahan.

Dan di tengah kesibukan penanganan Covid-19, pemerintah kabupaten Gorontalo melalui instansi terkait, terus mengambil langkah-langkah antisipasi mencegah penyebaran penyakit yang disebabkan bakteri Bacillus anthracis ini, melalui vaksinasi ternak sapi di sekitar wilayah Limboto Barat.

Berita Terkait: Cegah Antraks, Tempat Pemotongan Dan Penjualan Daging Sapi Diperketat

Selain vaksin hewan ternak, pemerintah kabupaten Gorontalo melalui Dinas terkait juga melakukan penanganan warga yang terinfeksi antraks. Dan sesuai data yang ada, sudah 9 ekor sapi yang mati terserang antraks dan 2 orang warga terinfeksi anthrax.

Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo yang sempat turun langsung bersama tim melakukan vaksinasi ini mengungkapkan, penyakit antraks menjadi salah satu tantangan bagi pemerintah kabupaten Gorontalo yang kini sedang giat-giatnya mengembangkan kabupaten Gorontalo sebagai wilayah lumbung ternak.

“Kita sudah mencanangkan kabupaten Gorontalo sebagai lumbung ternak provinsi Gorontalo. Penyakit anthrax ini menjadi problem kita pada tiga tahun belakangan ini,” ungkap Nelson.

Tingginya kasus anthrax di kabupaten Gorontalo, juga disebabkan oleh kondisi wilayah danau. Pasalnya, bakteri Bacillus anthracis bisa bertahan hidup di sekitar wilayah danau.

Bupati mengatakan, yang lakukan saat ini adalah bagaimana membangun kesadaran masyarakat agar tetap waspada akan bahaya anthrax. Untuk 1000 ekor ternak yang ada di wilayah ini, tetap akan divaksin.

“Dan tentu saja, untuk mengatasi masalah ini, butuh kerjasama masyarakat. Paling tidak, masyarakat bisa melaporkan jika ada hewan ternak yang sudah terindikasi kena antraks, disamping pemerintah tetap memberi vaksin pada ternak-ternak yang ada secara bertahap,” kata Bupati.

Sementara itu, Asrienan Dunggio Dokter Hewan di Dinas Peternakan Kabupaten Gorontalo menjelaskan, penanganan anthrax harus benar-benar dilakukan berdasarkan prokotol penanganan yang sudah ditetapkan.

Salah satunya dengan melakukan pembakaran bangkai ternak yang terkonfirmasi antraks. Dirinya mengingatkan kepada warga untuk lebih berhati-hati sebab antraks merupakan bakteri yang mudah berpindah melalui berbagai media, termasuk udara.

anthrax itu kena di hewan ternak sapi, kambing, dan kuda. Banyak orang yang tidak tahu bahwa kalau ternaknya kena anthrax kemudian dipotong bakterinya kontak dengan udara maka bakteri itu masih akan hidup,” ungkap Asrienan Dunggio.

Ia berharap ketika menemukan kasus tersebut, warga segera melapor ke pihak kelurahan. Dengan begitu pihaknya akan lebih muda saat menangani.(dwi/habari.id)