Menjaga Indonesia

Ajak Kaum Milenial Jadi Bagian dari Pembangunan Ekonomi Kreatif

HABARI.ID, KABUPATEN BLITAR I Kaum milenial di wilayah kabupaten Blitar diajak dan didorong untuk menjadi bagian pembangunan perekonomian nasional berbasis ekonomi kreatif.

Ajakan ini datang dari dua tokoh milenial muda. Mereka telah menjadi konseptor, sekaligus inisiator berkembangnya ekonomi kreatif di Kabupaten Blitar, Miftakhul Ulum bersama Suprianto yang akrab disapa Upik.

Dengan daya kreatif yang dimiliki, kaum milenial, para pemuda bisa memberi kontribusi besar bagi pembangunan perekonomian nasional berbasis ekonomi kreatif.

“Salah satu contoh ekonomi kreatif adalah produksi olahan minuman sejenis kopi khas Blitar yang diracik dari beberapa jenis kopi nusantara …,”

milenial
Miftakhul Ulum saat diwawancarai habari.id

“Ekonomi kreatif, intinya adalah segala yang berhubungan dengan proses penciptaan atau memproduksi sesuatu berdasarkan ide, gagasan dan kreativitas. Bicara ide dan gagasan kerap berkaitan dengan generasi muda,” tambah Miftafkhul Ulum.

Ia menambahkan, generasi muda merupakan salah satu elemen masyarakat yang biasanya mempunyai kreativitas tinggi.

Tak heran jika masyarakat selalu berharap, para pemuda menjadi problem solver berbagai persoalan yang sedang membelit bangsa ini, termasuk masalah ekonomi.

“Kawula muda hendaknya memainkan perannya memberdayakan masyarakat melalui aksi nyata di bidang yang digeluti, untuk memperbaiki kondisi perekonomian Tanah Air yang kurang stabil,” ujar Ulum.

Sementara itu, Rijanto, calon Bupati dari pasangan calon nomor 01, ketika ditemui habari.id mengatakan, bahwa pemuda diminta tak boleh minder jika modal usahanya minim.

Modal dan uang bukan patokan utama untuk memulai sesuatu, sehingga pemuda dapat menciptakan inovatif kreatif dari hal yang belum pernah ditemukan menjadi hal karya yang baru tercipta.

Pemuda dikatakan bisa memanfaatkan berbagai ide dan gagasannya terkait ekonomi kreatif untuk memberdayakan masyakat agar lebih fokus.

Misalnya UKM dalam bidang minuman kopi yang mengutamakan penyajian serta penampilan yang menarik.

“Pemuda perlu mengasah daya nalar dan kreativitasnya, agar nantinya berbagai konsepsi terkait peningkatan ekonomi UKM bisa naik kelas dan dapat diberdayakan masyarakat …,”

“Misalnya, aneka racikan kopi khas Blitar. Nusantara yang selama ini telah menjadi identitas kultural dan ikon bangsa, dengan tidak menghilangkan unsur, rasa, dan pakem yang selama ini telah jadi penanda berbagai macam sajian dan racikan minuman kopi di Indonesia,” katanya.

milenial
Rijanto saat berpose bersama milenial kabupaten Blitar.[foto_istimewa]
Pemuda hanya perlu memodifikasi dan menggali kreativitas dalam penyajian, dan peracikan, serta desain kemasan, agar lebih berani untuk berkarya dan menciptakan produk yang baik, dengan kemasan yang menarik, berkualitas serta bernilai estetik.

“Karena itulah perlu keterlibatan pemuda dalam pemberdayaan dan pengembangan kualitas SDM pada UKM agar dapat naik kelas, itupun kita sebagai pemerintah melalui dinas-dinas terkait akan bersinergi dengan para kaum milenial Blitar ini,” imbuh Rijanto yang akrab disapa mbae wong Blitar.(tos/habari.id)