Menjaga Indonesia

Wagub Launching Program Po’otu Ude

HABARI.ID I Selasa (09/062020) Wagub (Wakil Gubernur) Gorontalo Idris Rahim, melaunching program Po’otu Ude, atau penyalarasan kurikulum SMK dengan dunia usaha dan dunia Industri serta penanaman Holtikultura.

Launching program Po’otu Ude ini, dilakoni Wagub Idris Rahim di SMK Mode Gorontalo, bersama Dikbudpora (Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga) Provinsi Gorontalo.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran Dikbudpora Provinsi Gorontalo, jajaran SMK Model Gorontalo yang melaksanakan beberapa kegiatan ini seperti Po’otu Ude …”

“Ini menjadi satu tantangan bagi kita semua. Oleh karenanya, kita harus membuat beberapa kegiatan, beberapa inovasi di antaranya merubah kurikulum ini,” ujar Idris.

Dia menegaskan, tujuan bernegara tiada lain ialah harus mampu mencerdaskan kehidupan bangsa, dan meningkatkan kesejahterahan masyarakat antara lain, melalui dunia pendidikan.

“Dengan adanya Po’otu Ude atau penyelarasan kurikulum SMK ke dunia usaha, ini tentunya patut kita hargai, agar supaya output maupun outcam dari pada pendidikan itu sendiri, tidak hanya pengangguran,” ungkap Idris.

Dia jelaskan, dari 30 SMK baru enam SMK yang sudah menyelaraskan kurikulumnya dengan dunia usaha dan dunia industri.

“Ini berpengaruh dalam mempersiapkan anak-anak didik, agar punya satu kepastian untuk bagaimana mereka bisa hidup sebagai warga negara yang baik,” kata Idris.

Wagub Idris Rahim, saat melaunching program Po’otu Ude.

Dirinya mencontohkan, seperti para siswa yang dibiayai dengan beasiswa di Akademi Teknik Industri Solo, beberapa alumni mampu untuk langsung terjun di dunia industri.

Dari 7 orang yang dibiayai dengan beasiswa, hanya 2 yang mau kembali ke Gorontalo untuk pengajar di Politeknik Gorontalo dan SMK. Untuk 5 lainnya telah minta oleh dunia industri.

“Keluaran dari pada Akmil itu, adalah profesional dan berkualitas. Sehingga itu saya sangat mengharap pada kita semua, pada jajaran pendidikan, tidak hanya sekolahnya …”

“Tidak hanya kurikulumnya yang kita selaraskan, tetapi yang diharapkan guru-gurunya juga harus berkualitas agar supaya murid-muridnya juga berkualitas,” jelas Idris.

Ditempat yang sama, Kepala Dikbudpora Yosef P. Koton menerangkan, program tersebut, menyelaraskan kurikulum SMK dengan potensi yang dibutuhkan dunia usaha dan industri.

“Sesuai instruksi Presiden RI, lulusan SMK itu diharapkan bisa mengisi lapangan kerja yang ada di Indonesia dan Gorontalo,” tutur Yosef.

Sesuai data yang ada, lulusan SMK di Gorontalo yang bekerja di dunia usaha dan industri sebesar 22 persen. Kemudian yang mandiri 11 persen, yang melanjutkan ke perguruan tinggi 36,78 persen dan yang menganggur 26,34 persen.

“Oleh karena itu, kita harapkan dengan adanya penyelarasan kurulikulum ini, maka yang menganggur di lulusan SMK bisa bekerja …”

“Nah, di program Po’otu Ude ini kita sudah buatkan aplikasinya. Aplikasi ini supaya sesuai lulusan ini termonitor oleh sekolah, dan aplikasi ini di isi langsung oleh siswa dan nyambung ke Dikbudpora …”

“Sehingga bisa diketahui by name by address. Dan bisa dilakukan pembinaan terus menerus lulusan itu, sehingga lulusan SMK itu bisa terserap di dunia usaha dan idustri,” jelasnya.(sodik/habari.id).