HABARI.ID, PEMPROV – Peringatan Hari Bahasa Isyarat Indonesia (HBII) 2026 tingkat Provinsi Gorontalo menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi inklusif. Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie mengajak masyarakat untuk mulai mengenal dan mempelajari bahasa isyarat. Ajakan itu disampaikan Idah saat menghadiri HBII 2026 di Aula Rumah Jabatan Wagub Gorontalo, Sabtu (26/9/2026).
Menurut Idah, kemampuan bahasa isyarat kini menjadi kebutuhan. Pasalnya, penyandang tunarungu semakin aktif dan terbuka berkiprah di berbagai sektor, tidak hanya di pendidikan tetapi juga di dunia usaha dan profesional. “Adik-adik tunarungu sekarang sudah membuka diri. Karena itu kita juga harus menyesuaikan diri dengan belajar bahasa isyarat agar komunikasi bisa terjalin dengan baik,” ujar Idah.
Idah menilai, HBII 2026 menjadi bukti nyata kemandirian teman tuli. Seluruh rangkaian acara digerakkan secara mandiri, bahkan ketua panitia adalah penyandang tunarungu. Ia mencontohkan Arif, penyandang tunarungu yang kini bekerja sebagai tenaga outsourcing di Dinas Kominfotik Provinsi Gorontalo dan dipercaya sebagai Ketua Panitia HBII 2026. “Ini menunjukkan mereka memiliki kemampuan untuk bekerja dan berkontribusi apabila diberikan ruang dan kesempatan,” kata Idah.
Lebih lanjut, Idah mendorong perluasan juru bahasa isyarat di layanan publik, sekolah, dan media massa, serta membiasakan masyarakat mengenal dasar-dasar bahasa isyarat agar tidak ada hambatan komunikasi. Dari sisi ekonomi, Idah meminta setiap event dan pameran di Gorontalo memberi ruang bagi pelaku usaha tunarungu melalui Kedai Tuli. “Ini bukan hanya tentang menyediakan tempat berjualan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada teman-teman tunarungu untuk menunjukkan bahwa mereka bisa mandiri dan berkarya,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Idah juga menyampaikan adanya peluang bantuan implan telinga bagi anak tunarungu usia dini. Ia mengimbau orang tua agar terbuka terhadap informasi tersebut karena intervensi dini sangat berpengaruh pada perkembangan komunikasi anak. Pemprov Gorontalo, kata Idah, berkomitmen terus mendorong lingkungan ramah disabilitas agar HBII tidak sekadar seremonial.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Sosial dan Pencatatan Sipil Reflin Buata, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Sultan Kalupe, Ketua Yayasan Putra Mandiri, Ketua Juru Bahasa Isyarat Provinsi Gorontalo, serta perwakilan terkait lainnya. (adv/habari.id)






