Menjaga Indonesia

Ungkap Hasil Tracking, Karyawan BNI Tulungagung Datangi Korban Dugaan Kredit Fiktif

HABARI.ID, TULUNGAGUNG I Ryan Andre (48) akhirnya mendapat jawaban dari pihak BNI Tulungagung, terkait namanya yang tiba-tiba muncul sebagai nasabah kredit macet di Bank BNI.

Ryan yang merasa menjadi korban dugaan kredit fiktif ini, tetap bersikukuh bahwa dia tidak pernah mengajukan pinjaman di bank tersebut.

Berita Terkait: Tanpa Sepengetahuan Pria Ini, Namanya Tercatat sebagai Debitur Miliaran Rupiah di BNI

Warga kelurahan Kenayan, Tulungagung ini menjelaskan, pihak BNI KCU Tulungagung yang beralamat di Jl. Panglima Sudirman, No. 43, sudah mendatanginya sekitar pukul 11.00 WIB Senin (22/02/2021).

“Karyawan BNI itu datang langsung ke rumah saya untuk mengambil pernyataan keberatan tertulis dari saya. Selang beberapa jam, sekitar pukul 16.00 WIB, karyawan bank BNI kembali datang untuk menjelaskan hasil tracking,” kata Ryan.

Ryan yang sempat merekam percakapan dengan Febri (karyawan BNI) itu, memberi penjelasan soal hasil tracking pihak BNI.

“Jadi di Bank BNI atas nama saudara Ryan, ada kartu kredit sebesar Rp 7.000.000. Memang posisinya di golongan lima/kualitas paling jelek itupun penamaannya (nomenklatur) kartu kredit atau kartu pembiayaan syariah …,”

“BNI Syariah dulunya adalah anak perusahaan dari Bank BNI. Sekarang sudah menjadi Bank Indonesia Syariah,” jelas Ryan menirukan penjelasan Febri, karyawan BNI.

Masih berdasarkan penjelasan karyawan BNI, Ryan mengungkap bahwa pihak BNI akan mencoba membantunya dalam menyelesaikan masalah kartu kredit ini.

“Kita akan coba bantu semaksimal mungkin. Kartu kredit kan penyelesaian bukan di kita (BNI). Berdasarkan surat bapak tadi akan kita laporkan …,”

“Nanti bapak akan dikonfirmasi unitnya kantor kredit dari Surabaya atau Jakarta,” ucap Ryan yang masih menirukan penjelasan Febri, karyawan BNI.

Dari penjelasan karyawan BNI tersebut, nama Ryan Andre juga muncul di salah satu bank setelah melalui BI Checking.

“Jadi, yang di BNI cuma satu fasilitas itu (kartu kredit). Selain BNI, ada juga bank lainnya yang melaporkan kredit bermasalah atas nama saya untuk fasilitas kartu kredit juga,” kata Ryan.

Dengan beberapa pertimbangan karyawan BNI itu tidak mengungkap nama bank lainnya yang melaporkan kredit bermasalah atas nama Ryan.

“Karyawan BNI itu tidak mengungkap nama banknya. Dia hanya menyebutkan nilainya yang lebih besar dari yang ada di BNI dan nominalnya tidak sampai ratusan juta rupiah,” jelas Ryan.

Karyawan BNI lalu juga menyarankan agar Ryan untuk meminta cetak BI checking ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Tetap Keberatan dan Merasa Dirugikan

Meski sudah mendapat penjelasan dari pihak BNI, Ryan yang merasa menjadi korban dugaan kredit fiktif ini, tetap menyatakan keberatan dan merasa dirugikan dengan permasalahan ini.

“Sampai saat ini saya tidak pernah melakukan pinjaman dalam bentuk apapun di Bank BNI Jakarta,” tutur Ryan, Rabu (24/02/2021).

Soal kredit macet di BNI, Ryan hanya mengetahui informasi tersebut dari bank BRI. “Data ini kami peroleh dari informasi petugas customer service BRI Tulungagung dan juga sekilas sempat terucap nilai yang menurut kami cukup fantastis,” tandasnya.

Meminta cetakan hasil BI checking, sebagaimana saran karyawan bank yang mendatanginya itu, akan menjadi langkah selanjutnya Ryan Andre.(fal/habari.id)