HABARI.ID, KOTA GORONTALO I Pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, yang didukung oleh transformasi digital, lebih dari sekedar tema dalam pelaksanaan Musrenbang RKPD Kota Gorontalo tahun 2027, digelar di halaman Kantor Wali Kota Gorontalo Rabu (15/04/2026) malam.
Forum strategis tahunan yang mempertemukan pemangku kepentingan ini, membahas dan akan menyepakati usulan prioritas pembangunan daerah. Termasuk menyelaraskan rencana kelurahan dan kecamatan dengan Kota Gorontalo, guna menyusun dokumen perencanaan tahunan yang partisipatif, integratif, dan terukur.
Kegiatan yang menghadirkan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Gorontalo itu, menjadi momen penting dan strategis dalam menentukan arah pembangunan Kota Gorontalo akan datang.
Kepala Bappeda Kota Gorontalo, Hi. Heru Thalib sampaikan ini mandatori dan wajib dilaksanakan setiap daerah. Sementara pelaksanaan kegiatan itu, didasari UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Kemudian PP No. 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Ranperda tentang RPJPD dan RPJMD, serta Tata Cara Perubahan RPJPD, RPJMD dan
RKPD. Terakhir didasari Permendagri Nomor 70 Tahun 2019 tentang Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
“Ada tiga poin penting yang menjadi tujuan dan sasaran pelaksanaan musrenbang RKPD Kota Gorontalo tahun 2027 ini. Diantaranya pertama melakukan sinkronisasi baik itu dalam hal kebijakan RKPD Kota, Provinsi dan ProSN. Arahan RPJMD tahun berkenan, Renja OPD, Aspirasi masyarakat melalui pokir, aspirasi mayarakat melalui usulan musrenbang ..,”
“Yang kedua menyepakati prioritas daerah, program prioritas daerah dan prioritas OPD seperti SPM, pengentasan kemiskinan, penurunan angka stunting, pengendalian inflasi dan lainnya. Ketiga menyepakati target-target daerah di akhir tahun 2027,” jelas Kabapn Bappeda, dalam laporannya.
Lanjut Kaban Bappeda Kota Gorontalo, dalam capaian dan target pembangunan tahun 2027 di Kota Gorontalo ada beberapa indikator. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, indeks pembangunan manusia, inflasi, PDRB per kapira dan tingkat pengangguran terbuka.
“Pada tahun 2025 capain pertumbuhan ekonomi Kota Gorontalo pada angka 5,74 persen. Kami menargetkan pada RKPD tahun 2027 bisa mencapai 5,80 persen. Sedangkan tingkat kemiskinan turun pada angka 5,31 persen pada tahun 2025, pada tahun 2027 kami targetkan turun mencapai 5,22 persen ..,”
“Di tahun 2025 IPM Kota Gorontalo mencapai 79,97 persen dan kami targetkan di tahun 2027 bisa tembus 80,73 persen. Sementara inflasi sendiri di tahun 2025 berhasil ditekan sampai 2,50 persen, kami upayakan bisa ditekan 2,80 persen. Demikian pula dengan PDRB Per Kapita mencapai 57,690 miliar kami targetkan bisa mencapai 59,360 miliar. Kami juga menargetkan di tahun 2027 bisa menekan angka pengangguran sampai 3,74 persen,” paparnya.
“Untuk mencapai semua yang kami targetkan ini, tentu membutuhkan dukungan penuh dari semua unsur pemangku kepentingan. Apalagi kita ketahui bersama, Kota Gorontalo adalah Ibu Kota Provinsi Gorontalo,” timpalnya menutup.
Sementara itu Wali Kota Gorontalo, saat itu diwakili Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Ismail Madjid sampaikan ada tiga hal penting yang menjadi penekanan Pemerintah Kota Gorontalo terhadap pelaksanaan musrenbang RKPD Kota Gorontalo tahun 2027.
“penekanan ini pertama seluruh perangkat daerah harus memastikan program dan kegiatan yang disusun, selain selaras dengan arah kebijakan RPJMD serta prioritas pembangunan nasional dan provinsi. Kemudian berbasis pada kebutuhan kinerja dan berdampak langsung terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan, kualitas pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi ..,”
“Penekana kedua, dalam kondisi keterbatasan kemampuan keuangan daerah dan kebijakan efisiensi saat ini, meka penting untuk melakukan kolaborasi dengan semua pihak. Baik itu secara lintas sektor maupun kolaborasi dengan pihak-pihak lain. Khususnya berkolaborasi dengan masyarakat, untuk saling terintegrasi dan saling mendukung ..,”
“Penekanan ketiga yakni, ada banyak target yang ingin dicapai Pemerintah Kota Gorontalo dalam rangka memperbaiki kondisi daerah. Namun dengan adanya keterbatasan, saya mengharapkan dukungan dari semua pihak khususnya dunia perbankan dan BUMN lainnya, ikut memberikan perhatian terhadap agenda penting di Kota Gorontalo,” pungkas Ismail Madjid.(bm/habari.id).







