Tenaga Kesehatan Minta Kenaikan Upah Insentif

oleh
Bupati Gorontalo saat tampil menjadi pembicara pada dialog yang digelar Senin (09/12/2019)

Tenaga kesehatan di kabupaten Gorontalo meminta kepada pemerintah kabupaten Gorontalo untuk untuk turut memperjuangkan kenaikan upah insentif pada tahun 2020 nanti.

Keinginan ini disuarakan Kepala Puskesmas Tabongo, Jeinfer Rivian Lestyorini pada dialog; Refleksi Empat Tahun Kepemimpinan Nelson Pomalingo dalam Bidang Kesehatan, di Pentadio Resort, Senin (09/12/2019).

Jeinfer memaparkan, terdapat sejumlah faktor yang menjadi landasan permintaan kenaikan insentif itu, salah satunya karena melihat besaran insentif bagi tenaga kesehatan di pusat kota dan pedesaan yang masih sama.

“Contohnya, dokter yang tugas di Limboto dan di desa itu insentifnya sama. Aspirasi ini mewakili dokter – dokter yang bertugas di wilayah Kabupaten Gorontalo,” kata Jeinfer.

Menanggapi hal ini, Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo mengungkapkan, pemerintah daerah memang berencana menaikkan insentif bagi seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS), termasuk tenaga kesehatan di Kabupaten Gorontalo.

“Kita punya Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Seluruh pegawai negeri kita itu naik (Insentif). Hanya saja, mungkin teman – teman dokter membandingkan dengan daerah lain, sehingga mereka lihat ada kekurangan,” ujar Nelson saat diwawancarai usai kegiatan dialog.

“Cuman kita harus sadari juga bahwa pelayanan di kabupaten Gorontalo begitu besar, pasti dokternya begitu banyak dibanding daerah yang lain,” imbuh Nelson.

Meski begitu, Ia tidak akan mengesampingkan aspirasi tersebut. Ia mengatakan, bahwa hal ini akan menjadi perhatian tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Gorontalo di waktu mendatang.

“Saya sudah meminta kepada Pak Kadis Kesehatan untuk memasukan sejumlah data yang bisa dijadikan acuan memungkinkan kita melakukan perbaikan, termasuk soal insentif. Pada prinsipnya, kenaikan dana insentif untuk semua. Bahkan kepala desa naik tahun depan,” jelas Nelson.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Roni Sampir mengaku, insentif tenaga kesehatan baik PNS dan honorer di Kabupaten Gorontalo memang masih cukup rendah dibanding daerah lainnya di Provinsi Gorontalo.

“Mudah-mudahan ke depannya, seperti apa yang disampaikan Pak Bupati, kita akan menyampaikan data-data yang dibutuhkan,” kata Nelson.(fp/habari.id)

Baca berita kami lainnya di

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.