Soal Penanganan Stunting, Pemerintah Kabupaten Bandung Belajar di Daerah Ini …

oleh
Pertemuan antara tim Studi Kaji Tiru program stunting Pemerintah Kabupaten Bandung dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo di Ruang Dilito, Bappeda, Selasa (01/10/2019).[foto_humas_kabgor]

HABARI.ID I Keberhasilan dalam menekan angka stunting, telah menjadikan kabupaten Gorontalo sebagai salah satu daerah rujukan.

Dan atas rekomendasi Kementerian Kesehatan RI, sejumlah daerah pun memilih dan menjadikan kabupaten Gorontalo sebagai tempat yang layak untuk studi kaji tiru dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit gangguan pertumbuhan pada anak tersebut.

Jika pada September lalu pemerintah kota Bontang melakukan studi komparasi mengenai penanggulangan stunting, maka kini giliran pemerintah kabupaten Bandung, Jawa Barat, melakukan studi yang sama.

“Sebagaimana informasi dari Kementerian Kesehatan, Kabupaten Gorontalo termasuk yang terbaik dalam program penurunan stunting,” kata Asisten II Kabupaten Bandung, Marlan ketika ditemui di ruang Dilito, Kantor Badan Perencanaan Kabupaten Gorontalo, Selasa (01/10/2019).

Ia menjelaskan, 2018 lalu, di kabupaten Bandung terdapat kurang lebih 20 ribu anak dari 10 desa di 8 Kecamatan, menderita stunting. Ini memerlukan langkah cepat dengan menyusun rencana aksi daerah dalam penurunan stunting.

Dan untuk lebih menguatkan kajian internal tentang penanganan stunting, pemerintah kabupaten Bandung merasa perlu untuk melakukan studi kaji tiru di daerah yang dianggap telah berhasil mereduksi angka stunting. 

“Informasi yang disampaikan pemerintah kabupaten Gorontalo, akan dijadikan bahan untuk melengkapi rencana aksi daerah yang sementara kita buat,” ucap Marlan.

Dari data-data yang ditampilkan, upaya penanganan stunting di Kabupaten Gorontalo, sudah sangat baik. Prosesnya melibatkan lintas sektor.

Masalah stunting tidak hanya menjadi masalah di bidang kesehatan semata. Melainkan juga menyangkut masalah pangan dan lainnya. “Ini yang akan kami bawa ke kabupaten Bandung,” kata Marlan.(fp/habari.id)

Baca berita kami lainnya di

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.