HABARI.ID, KOTA GORONTALO I Helikopter di tumpangi Presiden RI Prabowo Subianto Sabtu (09/05/2026) tiga bulan lalu, memberikan manfaat besar terhadap Pemerintah Kota Gorontalo terutama masyarakat Kota Gorontalo. Pasalnya, dari pendaratan Helikopter Presiden RI Prabowo Subianto tersebut, Stadion Merdeka Kota Gorontalo dipastikan siap direnovasi secara menyeluruh dari anggaran Banpres (Bantuan Presiden).
Seperti disampaikan Kepala Dinas PUPR Kota Gorontalo, Meydi N. Silangen, usai mendampingi Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, meninjau kondisi Stadion Merdeka Kota Gorontalo Senin (03/08/2026). “Keputusan untuk membuka informasi kepada publik baru dilakukan setelah ada kepastian dari Setpres mengenai pelaksanaan proyek. Ini juga sesuai arahan Pak Wali,” ujar Kadis PUPR Kota Gorontalo.
Eks Kepala Bappeda Kota Gorontalo itu akui, renovasi Stadion Merdeka Kota Gorontalo ini tindak lanjut dari kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto, di Kota Gorontalo dan melihat langsung kondisi Stadion Merdeka Kota Gorontalo ketika mendarat menumpangi Helikopter.
Niat baik Presiden RI Prabowo Subianto merenovasi Stadion Merdeka Kota Gorontalo, terus berlanjut sampai pada pembahasan proyek ketika Presiden RI Prabowo Subianto hadir pada PENAS XVII Petani dan Nelayan tahun 2026.
”Setelahnya, pemerintah pusat menurunkan tim untuk melakukan penilaian kelayakan terhadap Stadion Merdeka dan GOR Nani Wartabone. Hasil evaluasi itu kemudian menjadi dasar permintaan kepada Pemerintah Kota Gorontalo untuk menyiapkan proposal renovasi,” kata Kadis PUPR Kota Gorontalo.
Menurutnya, usulan renovasi stadion sebenarnya telah diajukan sejak tahun sebelumnya kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Pemuda dan Olahraga, yang direspon melalui skema penugasan Presiden. Dalam proses selanjutnya, pemerintah daerah diminta memperbarui Detail Engineering Design (DED) sebagai dokumen teknis pelaksanaan pekerjaan.
”DED sebenarnya sudah pernah dibuat, tetapi sekarang harus dikonsolidasikan kembali agar sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan proyek,” ujarnya.
Wanita yang akrab disapa Novi itu melanjutkan bahwa renovasi akan difokuskan pada rehabilitasi menyeluruh Stadion Merdeka dan GOR Nani Wartabone. Saat ini, Dinas PUPR tengah mempercepat penyelesaian seluruh persyaratan administrasi dan teknis. Berdasarkan jadwal yang telah disusun, kata Novita, proses penunjukan langsung pelaksana pekerjaan ditargetkan dimulai pada 18 Agustus 2026.
Namun, sebelum memasuki tahapan tersebut, pemerintah daerah, kata Novita, masih akan melakukan konsultasi terkait mekanisme pelaksanaan. ”Sebab, skema penugasan Presiden untuk proyek olahraga ini baru pertama kali. Belum pernah diterapkan sebelumnya,” katanya.
Meydi menjelaskan, Kota Gorontalo menjadi daerah pertama di Indonesia yang memperoleh penugasan Presiden khusus untuk renovasi stadion dan gelanggang olahraga. Untuk itu, pihaknya masih mempelajari seluruh mekanisme pelaksanaannya agar setiap tahapan berjalan sesuai ketentuan.
Meski urusan olahraga berada di bawah kewenangan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea memutuskan pelaksanaan proyek dialihkan kepada Dinas PUPR. Selain menyusun dokumen teknis, Pemerintah Kota Gorontalo juga saat ini sedang membangun berkoordinasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk memastikan prosedur penunjukan pelaksana proyek sesuai regulasi.
Koordinasi itu dilakukan karena pemerintah pusat membuka opsi agar pembangunan tidak sepenuhnya dilaksanakan pemerintah pusat, melainkan dapat dikelola langsung oleh satuan tugas daerah. ”Kita berharap kita bisa terima saja bangunannya. Tapi ternyata di setpres itu ada mekanisme yang bisa diberikan langsung ke satgas daerah dan satgas daerah yang akan mengelola ini,” pungkasnya.
“Melalui skema tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo akan memegang tanggungjawab lebih besar dalam mengawal seluruh proses pembangunan, mulai dari tahapan administrasi, pengadaan, hingga pelaksanaan renovasi Stadion Merdeka dan GOR Nani Wartabone agar selesai sesuai target yang telah ditetapkan,” timpal Kadis PUPR dengan senyuman khasnya.
Stadion Merdeka Bisa saja Berganti Nama jadi Stadion Merdeka Pendaratan Prabowo
JIKA di perbatasan Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo ada Pendaratan Soekarno, maka di jantung Ibu Kota Provinsi Gorontalo akan ada Pendaratan Prabowo.
Lahirnya museum pendaratan Presiden Soekarno di Gorontalo, salah satunya terkait dengan kunjungan Presiden Soekarno Hatta di Desa Iluta, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo pada tahun 1950 silam.
Peristiwa itu menjadi sejarah Tanah Air bahkan sejarah bagi masyarakat Gorontalo, karena dinilai menjadi momen pertama kali Presiden pertama RI berkunjung ke Gorontalo.
Sama halnya dengan Presiden RI Prabowo Subianto, pertama kali ke Kota Gorontalo dan mendarat di Stadion Merdeka Kota Gorontalo menggunakan Helikopter, saat berkunjung ke Kota Gorontalo meresmikan salah satu proyek nasional.
Menariknya, Presiden RI Prabowo Subianto tidak hanya sekedar mendarat begitu saja di Stadion Merdeka Kota Gorontalo, tetapi turut memberikan perhatian serius terhadap kondisi Stadion Merdeka Kota Gorontalo.
Sehingga Presiden RI Prabowo Subianto membijaksanai melakukan renovasi Stadion Merdeka Kota Gorontalo, termasuk Gelanggang Olahraga Nani Wartabone.
Niat baik dan perhatian Presiden RI Prabowo Subianto atas kondisi pusat olahraga di Kota Gorontalo itu, menjadi salah satu alasan berbagai kalangan mewacanakan nama Stadion Merdeka bisa saja berganti menjadi Stadion Merdeka Pendaratan Presiden Prabowo, tanpa harus merubah nama Gelanggang Olahraga Nani Wartabone.
Lantas, jika proses renovasi Stadion dan Gelanggang Olahraga itu selesai dikerjakan, apakah Presiden RI Prabowo Subianto akan hadir langsung meresmikan program kegiatan fisik tersebut beserta nama barunya, Stadion Merdeka Pendaratan Presiden Prabowo?. Wallahualam bishawab.(bm/habari.id).






