HABARI.ID, PEMPROV I Sukses tidaknya PENAS (Pekan Nasional) XVII Petani dan Neyalan tahun 2026 di Provinsi Gorontalo, salah satunya bergantung dari peran serta TNI dan Polri baik itu Podal Gorontalo serta Korem 133 Nani Wartabone.
Gubernur Provinsi Gorontalo, Gusnar Ismail sampaikan pada konferensi pers Rabu (17/06/2026) di Media Center PENAS, pelaksanaan PENAS XVII di Provinsi Gorontalo turut diamankan oleh jajaran TNI dan Polri. Mulai dari Polda Gorontalo, Korem 133 Nani Wartabone, Lanal Gorontalo dan Satrad 224 Kwandang.
“Selama pelaksanaa rangkaian kegiatan PENAS XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 di Gorontalo, juga diamankan pihak TNI dan Polri. Hal ini sangat penting, bukan hanya demi kenyamanan tamu-tamu kita selama di Gorontalo, tetapi TNI dan Polri andil dalam mengantisipasi berbagai hal tidak diinginkan terjadi,” ungkap Gubernur.
Sementara itu Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Pudji Prasetyanto Hadi sampaikan, dalam rangka pengamanan pelaksanaan PENA XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 di Gorontalo, Polda Gorontalo siap menurunkan sebanyak 786 personil.
“Jumlah personil yang sementara ini siap diturunkan Polda Gorontalo dalam rangkan pengamanan PENAS, itu sebanyak 786 pasukan. Namun, jika melihat kondisi wilayah besar kemungkinan jumlah personil ini akan bertambah,” terang Kapolda Gorontalo.
Demikian pula dengan Korem 133 Nani Wartabone, yang sampai ini terus melakukan persiapan dalam rangka mengamankan PENAS XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo.
“Untuk kami dari Korem 133 Nani Wartabone, kami sudah melaksanakan gladi pengamanan kunjungan Presiden RI maupun Wakil Presiden RI ke Gorontalo. Kami tentunya sudah memiliki peta pengawasannya, mengingat Bapak Presiden RI sebelumnya sudah pernah ke Gorontalo,” ungkap Danrem 133 Nani Wartabone, Brigjen TNI Hardo Sihotang.(bm/habari.id).







