PAD Bapenda Capai 92,10 Persen, Danial Ibrahim: Kami Optimis Lampaui Target

oleh
oleh
Foto istimewa.

HABARI.ID, PEMPROV I Meski diperhadapkan dengan berbagai isu kurang baik, Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Provinsi Gorontalo terus memaksimalkan program kegiatan untuk melayani masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan capaoian PAD (Pendapatan Asli Daerah) Bapenda Provinsi Gorontalo, yang dipastikan bisa melampaui target pada tahun anggaran 2026.

Saat di temui di ruang kerjanya Senin (26/10/2026), Kepala Bapenda Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim sampaikan bahwa sesuai data yang ada realisasi PAD Bapenda Provinsi Gorontalo Rp 405 miliar lebih, atau sekitar 92,10 persen.

“Sampai dengan triwulan tiga atau tanggal 30 September tahun 2026, realisasi PAD Bapenda Provinsi Gorontalo mencapai Rp 405 miliar lebih, atau sekitar 92,10 persen,” ujarnya.

Danial Ibrahim sampaikan, capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajarannya di Bapenda Provinsi Gorontalo. Karena sedikit lagi mendekati target PAD Bapenda Provinsi Gorontalo, yang sudah ditetapkan sebelumnya.

“Kalau kita melihat target PAD Bapenda Provinsi Gorontalo, Rp 440 miliar. Posisi capaian Bapenda Provinsi Gorontalo sekarang, Rp 405 miliar atau 92,10 persen dan sedikit lagi mendekati target. Sehingga, kami sangat optimis dan terus berupaya bisa melampaui target,” terang Danial.

Danial Ibrahim sampaikan lagi, capaian yang diperoleh Bapenda Provinsi Gorontalo saat ini bukan hanya buah hasil kinerja Bapenda Provinsi sendiri.

“Capaian PAD ini bukan hanya menjadi kinerja Bapenda Provinsi Gorontalo, tetapi semua pihak. Mulai dari teman-teman di Bapenda, Samsat kabupaten dan kota, serta utamanya masyarakat pemilik kendaraan yang taat pajak. Terima kasih untuk semuanya,” ungkap Danial.

Terakhir Danial Ibrahim katakan, untuk mencapai realisasi PAD pada tiga bulan terakhir yakni Bulan Oktober, November dan Desember, ada beberapa strategi yang Bapenda Provinsi Gorontalo terapkan.

“Untuk fokus pencapaian PAD pada Bulan Oktober, November dan Bulan Desember tahun ini, ada empat strategi tengah dilaksanakan Bapenda. Diantaranya pertama, intensifikasi PKB dimana penagihan tunggakan berbasis data per wilayah, operasi bersama, Samsat keliling, Gerai Malam, Dilevery., Drive Thru dan layanan jemput bola ..,”

“Strategi kedua, optimalisasi wajib pajak baik PBBKB, PAP, PAB, PKB/BBNKB dan Opsen MBLB. Dimana verifikasi langsung perusahaan terhadap PBBKB, PAP, PAB, PKB/BBNK kendaraan operasional dan Opsen MBLB ..,”

“Pada strategi ketiga, kolabirasi lintas instansi dimana penguatan koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi, DJP, Kepolisian/Samsat, Peramina, BPH Migas, BWS, Kabupaten/Kota dan pelaku usaha ..,”

“Strategi terakhir kami atau keempat, penguatan sistem dimana pemadanan basis data, monitoring GIIS dan transaksi non tunai untuk mendeteksi potensi serta mengawal realisasi setiap UPTD,” papar Danial menutup.(bm/habari.id).

Baca berita kami lainnya di