Menjaga Indonesia

OPS: Di Mana Ada Rusli, Insyaallah Menang!

HABARI.ID I Ketokohan Rusli Habibie belum akan redup sampai pada titik dia menghabiskan masa jabatannya sebagai Gubernur Gorontalo dua periode pada 2022 mendatang.

Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo ini bahkan disebut-sebut masih akan jadi ‘penentu kemenangan’.

Siapa pun Cagub dan Cawagub yang akan maju, peluang menang terbuka lebar ketika mendapat dukungan dari Rusli plus Partai Golkarnya.

“Siapa pun calon yang dapat dukungan dari Rusli dan Partai Golkar, Insyaallah menang,” ungkap Ali Sucipto Sidiki.

Om Pulu Sidiki (panggilan akrab) punya analisa sederhana tentang Rusli dan Partai Golkar. OPS mengungkapkan, Rusli adalah tipikal politisi petarung. Dalam beberapa kali Pilkada, Rusli selalu tampil totalitas.

“Saya mencatat, hanya ada beberapa politisi yang mampu tampil full fight. Beberapa kali moment politik, Rusli telah memperlihatkan totalitasnya,” kata OPS saat bercakap-cakap di warung kopi kompleks pertokoan Murni, Jum’at (22/01/2021).

Menurut OPS, seorang politisi yang menang banyak di Pileg, belum tentu menang saat membadani calon yang dijagokan di Pilkada.

“Kalau seorang politisi tampil totalitas ketika bertarung di Pileg (pemilihan legislatif), maka itu adalah hal yang lumrah. Karena politisi tersebut bertarung dengan mengerahkan seluruh potensi miliknya, termasuk finansial, untuk memenangkan dirinya sendiri …,”

“Tapi, totalitasnya akan berbeda manakala politisi tersebut harus mem-back up orang lain yang maju di Pilkada. Dengan berbagai pertimbangan, politisi ini cenderung membatasi perannya. Kalau pun harus mengeluarkan finansial, pasti ada limitnya …,”

Dan saya tidak melihat tipikal atau model politisi yang seperti ini pada sosok Rusli. Baik Pileg maupun Pilkada, dia akan selalu tampil totalitas, termasuk memaksimalkan mesin partai,” jelas OPS.

‘Kehebatan’ Golkar di Pilkada

‘Mundur selangkah agar bisa melompat lebih jauh’. Itulah strategi yang diterapkan Golkar pada hajatan Pilkada baru-baru ini.

“Golkar memang tampil tidak terlalu ngotot pada Pilkada di tiga daerah. Golkar tahu persis posisinya. Kalau mau tampil ngotot, Golkar bisa saja mengusung calon Bupati di Pilkada Pohuwato, dengan modal jumlah kursi signifikan di DPRD Pohuwato …,”

“Tapi Golkar tidak melakukan itu, dengan beberapa pertimbangan rasional tentunya. Pada posisi ini, menurut saya, Golkar mampu berpikir realistis. Apa artinya mengusung calon Bupati, kalau kemudian harus kalah. Akan jauh lebih baik menempatkan kadernya di papan dua, kemudian menang,” kata OPS lagi.

Golkar juga menerapkan strategi yang sama di Pilkada Kabupaten Gorontalo. Menempatkan kadernya sebagai Wakil Bupati.

“Nelson sudah dua periode. Soal siapa yang menjadi pengganti Nelson di periode berikutnya, tinggal tergantung bagaimana Golkar dan kadernya bisa memainkan ini,” kata OPS.(fp/habari.id)