Menjaga Indonesia

Menunggu Hasil Rapat Forkopimda

HABARI.ID I Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, belum mengambil keputusan membatasi aktivitas sosial di luar rumah (Social Distancing) seiring perkembangan kasus virus Corona di tanah air. Langkah tersebut baru akan diputuskan setelah hasil kajian bersama melalui Rapa Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimpda) Gorontalo.

Rapat Forkopimda itu sendiri rencananya akan digelar esok, Selasa (17/3/2020). Selain melibatkan unsur Forkopimda Provinsi, rapat yang akan dipimpin Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, itu kabarnya akan turut melibatkan pemerintah kabupaten/kota.

“Saya tidak mau ambil keputusan sendiri. Ini harus kita bicarakan bersama. Makanya besok kita akan rapat Forkopimda,” ujar Rusli Habibie kepada wartawan di kompleks Radio RH, Kota Gorontalo, Senin (16/3/2020).

Sebelumnya, beberapa pemerintah daerah di Provinsi Gorontalo telah mengeluarkan kebijakan social distancing terkait kasus virus Corona. Salah satunya meliburkan aktivitas persekolahan selama dua minggu (14 hari).

“Kita tidak mau gegabah meliburkan sekolah. Jangan sampai kita liburkan, malah justru mereka hanya pergi ke mall,” kata Rusli Habibie.

Demikian pula pembatasan aktivitas perkantoran. Termasuk kelonggaran bagi ASN bekerja dari rumah. Bagi Rusli Habibie, keputusan akan diambil berdasarkan hasil rapat Forkopimda Gorontalo.

“Masalah ASN kerja dari rumah atau anak sekolah diliburkan besok kita akan bahas. Saya tidak memberikan kebijakan sebelum dibahas bersama Forkopimda,” tegas Gubernur Gorontalo dua periode itu.

Menurut Rusli Habibie, masyarakat tidak perlu panik berlebihan terkait virus Corona. Orang nomor satu di Provinsi Gorontalo itu mengimbau agar masyarakat tetap tenang. Sejak beberapa waktu lalu hingga saat ini, Pemprov Gorontalo maupun pemerintah kabupaten/kota sudah melakukan langkah-langkah antisipasi virus Corona.

“Mari kita sama-sama berdoa. Insyaallah kasus ini segera teratasi. Jaga Kebersihan, dan terapkan pola hidup sehat, cara yang efektif mencegah virus Corona,” ujar Rusli.

Lebih lanjut, Rusli meminta masyarakat yang ingin keluar daerah sebaiknya ditunda dulu. Kecuali sangat mendesak.

“Kami juga sudah meminta pihak bandara untuk teliti memeriksa masyarakat yang baru dari luar daerah. Bagi yang memiliki gejala covid-19 seperti demam langsung dibawa di rumah sakit,” beber Rusli.(fp/habari.id)