Menjaga Indonesia

Kota Dapat 9000 Bantuan Paket Sembako Melalui NKRI Peduli

HABARI.ID I Sebanyak 9000 paket sembako di salurkan melalui Program NKRI Peduli, oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo ke Kota Gorontalo tersebar di sembilan kecamatan.

Kata Marten A. Taha, Wali Kota Gorontalo, setiap kecamatan mendapatkan 1000 paket sembako melalui program NKRI Peduli, yang digagas oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.

Jumat (15/05/20), giliran Kecamatan Kota Selatan yang disalurkan bantuan paket sembako, sebanyak 1000 penerima manfaat. Ini adalah bentuk kepeduali Gubernru Gorontalo Rusli Habibie, terhadap masyarakat Kota Gorontalo.

“Kami Pemerintah Kota Gorontalo, mengucapkan terima kasih kepada Guberur Gorontalo Bapak Rusli Habibie, sudah memberikan perhatian khusus kepada mayarakat Kota Gorontalo…”

“Ini adalah bentuk kepedulian Gubernur Gorontalo kepada masyarakat, sehingga setiap kecamatan disalurkan 1000 paket sembako,” ujar Marten.

Dalam laporan penyaluran bantuan sudah dilaksanakan Pemerintah Kota Gorontalo. Marten jelaskan, sampai dengan saat ini masih dalam tahap persiapan penyaluran JPS (Jaring Pengaman Sosial) tahap II.

Penyalurnannya, direncanakan digelar Sabtu, Minggu sampai dengan Senin pekan depan. Jumlah penerima bantua JPS ini, bertambah menjadi 19.524 penerima manfaat.

“Kenapan demikian, karena terjadi penambahan atau pengembangan data penerima, setelah dilakukan pendataan kembali oleh aparat kelurahan, kecamatan dan dinas terkait,” terang Marten.

Sedangkan bantuan Pangan Non tunai, dari 6.667, pengembangannya menjadi 10.152 penerima, termasuk didalamnya 4.994 penerima PKH, karena penerima PKH otomoatis penerima BPNT.

Kemudian BST, jatah Kota Gorontalo dibierikan Kemensos RI yaitu 8.566, itu berdasarkan kuota yang diberikan. Tapi setelah di verifikasi, ada 8.164, dan sekarang masih dalam penyaluran oleh Kantor Pos.

“Jika di totalkan semua program bantuan yang disalurkan Pemkot Gorontalo, dari berbagai programada sebanyak 38.500 bantuan….”

“Dan ini sudah lebih dari 54 persen dari jumlah penduduk di Kota Gorontalo, yang hanya 67 ribu KK atau 210 ribu jiwa,” jelas Marten.

Sementara itu Gubernur Gorontalo Rusli Habibie jelaskan, segala macam cara sudah ditempuh oleh pemerintah, agar bisa menekan angka penularan virus corona ini.

Namun semua akan semakin sia-sia, jika tidak ada kesadaran diri dari masyarakat. Misalnya masyarakat masih tidak patuh dari himbauan-himbauan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah.

Rusli bahkan menceritakan, hari ini Gorontalo ketambahan lagi satu pasien positif corona, yang berasa dari Kelurahan Padebuolo Kota Gorontalo. Riwayat pasien 22 ini cukup unik menurutnya.

Pasien bukan termasuk keluarga yang sebelumnya tertular, bukan pula orang yang kontak erat dengan orang di luar Gorontalo.

“Pasien 22 ini, seorang tukang jahit. Dia masuk kategori klaster baru. Setelah ditelusuri, dia sering keluar rumah dan jarang pakai masker,” tutup Rusli.(adv/4bink/habari.id/rls).