Menjaga Indonesia

Ketika Covid-19 Mengubah Pola Pikir PSK

HABARI.ID I Dua tahun lebih sejak 2018 sampai dengan Bulan Mei di tahun 2019 lalu, profesi sebagai pelaku “bisnis lendir” atau PSK (Pekerja Seks Komersil), ia geluti. Mulai dari dirinya masih tinggal di daerah asal yakni Kota Tondano, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, sampai dengan dirinya hijrah ke Gorontalo.

Penghasilnya sebagai pelaku “bisnis lendir” terbilang cukup besar saat itu. Maklum, karena dirinya memiliki paras cantih, putih dan tubuh yang indah laksana seorang model majalah berkelas.

Pundi-pundi rupiah dengan jumlah banyak, ia dapatkan hanya dengan waktu satu pekan saja. Bentuk fisik tubuhnyalah yang membuat pelanggan terpesona, sampai dirinya pun mematok tarif Rp 1,5 juta dalam setiap jam bermain.

Berbagai barang bermerek, seperti tas, sepatu, gaun dan cicin emas Ia dapatkan dari hasil ‘bisnis lendir” tersebut. Bahkan dari penghasilan itu, dia sempat menginjakkan kaki di negara Kincir Angin, Belanda.

Kini profesi itu tinggal menjadi kenangan baginya, bahkan tidak pernah lagi ia jalani pasca ia sembuh dari pandemi Covid-19 beberapa bulan lalu.

Dia adalah Cinta (Nama Samaran), wanita asal Kota Tondano yang memilih meninggalkan pekerjaannya sebagai PSK, dan membuka usaha online shop mendagangkan berbagai jenis barang, seperti baju, celana sampai dengan tas-tas wanita.

“Saat saya divonis positif Covid-19, saya merenungi diri saya dengan profesi sebagai PSK. Bertanya pada diri sendiri, apakah ini teguran Tuhan atau waktu terakhir saya berada di bumi …”

“Puji tuhan, ternyata itu sebuah teguran untuk saya, yang tidak berdaya. Selama menjalani karantina, apa yang menjadi anjuran dokter, saya ikuti …”

“Sehari setelah saya dinyatakan sembuh dari Covid-19, saya pun berinisiatif meminta untuk melakukan pemeriksaan HIV/Aids, dan puji Tuhan saya bebas dari HIV/Aids …”

“Hasil itu sempat membuat saya bertanya-tanya pada diri sendiri, karena dulunya saya berprofesi sebagai PSK. Tetapi hasil pemeriksaan HIV/Aids, saya sama sekali tidak tertular …”

“Saya pun berfikir positif, bahwa ini adalah kasih sayag Tuhan kepada saya. Sehingga saya pun bertekad meninggalkan profesi yang kelam itu. Dan saya bersyukur sekarang ini, saya sudah memiliki usaha sendiri, dari hasil profesi sebelumnya dijadikan sebagai modal usaha,” jelasnya.

Upaya Pemerintah Kota Gorontalo Perangi Covid-19 dan HIV/Aids

Selama perayaan natal dan sampai dengan perpisahan tahun di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Gorontalo memerangi Covid-19 dan mencegah penyebaran HIV/Aids.

Upaya penanganan Covid-19 di Ibu Kota Provinsi Gorontalo itu, secara umum sampai dengan sekarang terus dilakukan Pemerintah Kota Gorontalo.

Mulai dari menggelar operasi yustisi pendisiplinan protokol kesehatan di semua tempat umum, dan menegakkan Perda Nomor 4 tahun 2020.

Wali Kota Gorontalo Marten A. Taha katakan, penegakkan Perda nomor 4 tahun 2020 secara masif disosialisasikan, diedukasikan dan ditegakkan oleh Pemerintah Kota Gorontalo yang bekerjasama dengan aparat TNI/Polri.

“Sudah ratusan pelanggar yang kami tindaki berdasarkan Perda nomor 4 tahun 2020 ini. Pemberian sanksinya baru berupa peringatan …”

“Namun kalau sudah berulang-ulang kami melanggar, sanksi berat pasti kami terapakan, sampai dengan kurungan badan …”

“Malam perpisahan tahun, tentu menjadi tugas bagi kami sebagai pelaksanan roda pemerintahan daerah di Kota Gorontalo …”

“Dan kami siap memastikan, tidak ada perayaan dengan menimbulkan kerumunan orang banyak di seluruh wilayah Kota Gorontalo, tepat pada tahun baru nanti …”

“Untuk memastikan apakah ini akan berjalan dengan baik, kami akan menurunkan seluruh personil gabungan, melakukan patroli disemua titik. Kami tidak ingin ada klaster baru di akhir tahun 2020 …”

“Demikian pula dengan pencegahan penyebaran HIV/Aids, kami akan melakukan operasi ketat di seluruh kos-kosan, penginapan dan hotel serta tempat hiburan,” pungkas Marten.(#).