HABARI.ID, PEMPROV I Visi misi Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menjadikan Provinsi Gorontalo sebagai wilayah pelayanan pemberangkatan haji dan umrah bukan hanya sebatas janji kampanye belaka.
Hal ini terbukti dari proses pengerjaan apron Bandar Djalaluddin Gorontalo, bagian dari awal pelaksanaan pembangunan embarkasi haji dan embarkasi umrah di Provinsi Gorontalo.
Seperti disampaikan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, saat di temui usai meninjau proses pengerjaan apron Bandara Djalaluddin Gorontalo, Sabtu (31/10/2026) bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahlin Azhar Simanjuntak.
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyampaikan bahwa pengembangan fasilitas Bandara Gorontalo terus dilakukan untuk mendukung operasional penerbangan pesawat berbadan lebar, sekaligus mempersiapkan layanan embarkasi haji dan umrah.
Gusnar menjelaskan, pembangunan apron ditargetkan rampung pada tahun 2026. Selanjutnya, pada tahun 2027 akan dilanjutkan dengan pekerjaan pelapisan (overlay) runway atau landasan pacu.
Menurutnya, pelapisan runway menjadi salah satu persyaratan penting agar bandara dapat melayani pendaratan pesawat berbadan lebar.
“Jadi apron ini akan selesai tahun ini, kemudian tahun 2027 dilanjutkan dengan pelapisan runway. Pelapisan overlay runway menjadi syarat karena ini pesawat berbadan lebar yang akan mendarat,” ujar Gusnar.
Ia menegaskan, setelah seluruh infrastruktur pendukung tersebut rampung, Pemerintah Provinsi Gorontalo perlu mempersiapkan fasilitas dan sistem pelayanan embarkasi haji.
Namun, tidak hanya terbatas pada pelayanan jemaah haji, Gusnar juga mendorong agar Bandara Gorontalo dipersiapkan sebagai pintu keberangkatan jemaah umrah.
Hal tersebut, menurutnya, sejalan dengan arahan Wakil Menteri Haji dan Umrah yang disampaikan dalam kesempatan tersebut, bahwa pengembangan layanan bandara perlu mencakup embarkasi haji dan umrah.
Gusnar menilai, layanan embarkasi umrah memiliki peluang besar karena tidak terikat pada musim atau jadwal tertentu seperti penyelenggaraan ibadah haji.
“Bandara ini tidak hanya untuk embarkasi haji, tetapi juga embarkasi umrah. Embarkasi umrah itu tidak terikat waktunya. Ketika terkumpul penuh satu pesawat, maka bisa langsung diberangkatkan,” jelasnya.
Dengan demikian, pengembangan Bandara Gorontalo diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas transportasi udara, tetapi juga membuka peluang pelayanan penerbangan langsung bagi masyarakat Gorontalo yang akan menunaikan ibadah haji maupun umrah.
Sementara itu Wamen Haji dan Umrah RI, Dahlin Azhar Simanjuntak katakan pentingnya kemudahan dan peningkatan pelayanan bagi jamaah haji dan umrah.
“Kementerian Haji dan Umrah pada prinsipnya, akan memberikan dukungan penuh sepanjang pengembangan fasilitas tersebut mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat yang akan menunaikan ibadah,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa pengembangan Gorontalo sebagai hub membutuhkan dukungan dari sejumlah pemerintah daerah di kawasan Indonesia Timur, termasuk Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara hingga Papua.
Menurutnya, koordinasi lintas daerah menjadi salah satu faktor penting agar rencana tersebut dapat direalisasikan. Selain dukungan pemerintah daerah, aspek teknis juga perlu mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Perhubungan RI sebagai instansi yang memiliki kewenangan dalam bidang transportasi.
“Pemahaman teknis berada di Kementerian Perhubungan RI. Karena itu, nantinya kami akan mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Perhubungan, kemudian rekomendasi dari para gubernur. Selanjutnya akan kami kaji, untuk melihat sejauh mana kemudahan yang bisa diberikan kepada jamaah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, apabila seluruh tahapan dan proses koordinasi berjalan lancar, fasilitas tersebut diharapkan sudah dapat dimanfaatkan pada 2028, khususnya untuk mendukung pelayanan perjalanan ibadah haji.
Namun demikian, menurutnya, manfaat yang lebih besar juga dapat dirasakan oleh jamaah umrah. Gorontalo dinilai memiliki peluang strategis untuk menjadi hub industri perjalanan umrah di kawasan Timur Indonesia.
“Dengan terwujudnya rencana tersebut, Gorontalo diharapkan tidak hanya menjadi daerah pemberangkatan jamaah, tetapi juga berkembang sebagai pusat konektivitas dan pelayanan perjalanan ibadah haji dan umrah bagi masyarakat di wilayah sekitarnya ..,”
“Pengembangan ini sekaligus diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat konektivitas antar daerah, serta meningkatkan kemudahan akses masyarakat dalam melaksanakan ibadah ke Tanah Suci,” pungkas Wamen Haji dan Umrah RI.(bm/habari.id).






