HABARI.ID, PEMPROV I Provinsi Gorontalo berpeluang dikembangkan menjadi pusat penghubung (hub), layanan perjalanan ibadah haji dan umrah bagi masyarakat di kawasan Timur Indonesia.
Hal ini seperti disampaikan Wamen (Wakil Menteri) Haji dan Umrah RI, Dahlin Azhar Simanjuntak, saat meninjau langsung rencana pem bangunan embarkasi haji dan umrah di Bandara Djalaluddin Gorontalo, bersama Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Sabtu (31/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut Wamen Haji dan Umrah RI lebih menekankan, pentingnya kemudahan dan peningkatan pelayanan bagi jamaah haji dan umrah.
“Kementerian Haji dan Umrah pada prinsipnya, akan memberikan dukungan penuh sepanjang pengembangan fasilitas tersebut mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat yang akan menunaikan ibadah,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa pengembangan Gorontalo sebagai hub membutuhkan dukungan dari sejumlah pemerintah daerah di kawasan Indonesia Timur, termasuk Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara hingga Papua.
Menurutnya, koordinasi lintas daerah menjadi salah satu faktor penting agar rencana tersebut dapat direalisasikan. Selain dukungan pemerintah daerah, aspek teknis juga perlu mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Perhubungan RI sebagai instansi yang memiliki kewenangan dalam bidang transportasi.
“Pemahaman teknis berada di Kementerian Perhubungan RI. Karena itu, nantinya kami akan mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Perhubungan, kemudian rekomendasi dari para gubernur. Selanjutnya akan kami kaji, untuk melihat sejauh mana kemudahan yang bisa diberikan kepada jamaah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, apabila seluruh tahapan dan proses koordinasi berjalan lancar, fasilitas tersebut diharapkan sudah dapat dimanfaatkan pada 2028, khususnya untuk mendukung pelayanan perjalanan ibadah haji.
Namun demikian, menurutnya, manfaat yang lebih besar juga dapat dirasakan oleh jamaah umrah. Gorontalo dinilai memiliki peluang strategis untuk menjadi hub industri perjalanan umrah di kawasan Timur Indonesia.
“Dengan terwujudnya rencana tersebut, Gorontalo diharapkan tidak hanya menjadi daerah pemberangkatan jamaah, tetapi juga berkembang sebagai pusat konektivitas dan pelayanan perjalanan ibadah haji dan umrah bagi masyarakat di wilayah sekitarnya ..,”
“Pengembangan ini sekaligus diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat konektivitas antar daerah, serta meningkatkan kemudahan akses masyarakat dalam melaksanakan ibadah ke Tanah Suci,” pungkas Wamen Haji dan Umrah RI.(bm/habari.id).






