HABARI.ID, KAMPUS I Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (FOK UNG) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi kesehatan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) IX Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia (AIPTKMI) yang diselenggarakan di Jakarta.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Jurusan Kesehatan Masyarakat FOK UNG, Tri Septian Maksum, S.KM., M.Kes., hadir secara langsung mewakili institusinya. Keikutsertaan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring akademik, memperkuat sinergi kelembagaan, sekaligus mengikuti perkembangan kebijakan pendidikan tinggi kesehatan masyarakat di tingkat nasional.
Munas IX AIPTKMI menjadi forum penting yang mempertemukan berbagai institusi pendidikan tinggi kesehatan masyarakat dari seluruh Indonesia. Sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari pengembangan organisasi, peningkatan mutu pendidikan, penguatan kurikulum, hingga upaya menghasilkan lulusan kesehatan masyarakat yang kompeten dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Salah satu agenda penting dalam musyawarah tersebut adalah pemilihan Ketua Umum AIPTKMI. Dalam forum tersebut, Prof. Asnawi Abdullah, BSc.PH., MHSM., MSc.HPPF., DLSHTM., Ph.D., kembali mendapatkan kepercayaan untuk memimpin organisasi tersebut.
Terpilihnya kembali Prof. Asnawi diharapkan mampu memperkuat kesinambungan program organisasi, meningkatkan kolaborasi antarperguruan tinggi, serta mendorong transformasi pendidikan kesehatan masyarakat yang lebih berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ketua Jurusan Kesehatan Masyarakat FOK UNG, Tri Septian Maksum, mengatakan bahwa keikutsertaannya dalam Munas IX AIPTKMI merupakan momentum penting untuk memperoleh berbagai gagasan dan rekomendasi strategis bagi pengembangan pendidikan kesehatan masyarakat di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo.
Menurutnya, forum nasional tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antarinstitusi, khususnya dalam pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan penelitian, serta peningkatan kompetensi lulusan.
“Musyawarah Nasional AIPTKMI menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antarinstitusi pendidikan tinggi kesehatan masyarakat di Indonesia. Kami berharap berbagai keputusan dan rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan penelitian, serta pengembangan kompetensi lulusan yang mampu menjawab tantangan kesehatan masyarakat secara nasional maupun global,” ungkap Tri Septian.
Ia juga berharap kepemimpinan AIPTKMI ke depan dapat terus mendorong pengembangan pendidikan berbasis capaian pembelajaran, peningkatan kualitas akreditasi, serta penguatan kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab berbagai persoalan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Dekan Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG, Dr. Hartono Hadjarati, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi atas keterlibatan Ketua Jurusan Kesehatan Masyarakat FOK UNG dalam forum nasional tersebut.
Menurut Hartono, keaktifan dalam organisasi dan asosiasi pendidikan tinggi merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas akademik, memperluas jejaring kerja sama, serta membuka peluang kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi.
“Keikutsertaan Ketua Jurusan Kesehatan Masyarakat FOK UNG dalam Munas IX AIPTKMI menunjukkan komitmen fakultas untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan tinggi kesehatan masyarakat di Indonesia. Kami berharap hasil forum ini dapat ditindaklanjuti melalui peningkatan mutu pembelajaran, penguatan kerja sama akademik, serta pengembangan inovasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak nyata,” jelas Hartono.
Ia menambahkan, penguatan jejaring akademik nasional menjadi salah satu faktor penting dalam mempersiapkan program studi menghadapi perkembangan standar pendidikan tinggi, termasuk peningkatan kualitas akreditasi dan pengembangan kompetensi lulusan.
Melalui partisipasi dalam Munas IX AIPTKMI, Jurusan Kesehatan Masyarakat FOK UNG diharapkan dapat membawa pulang berbagai rekomendasi dan peluang kolaborasi yang bermanfaat bagi pengembangan tata kelola akademik, peningkatan kapasitas dosen, serta perluasan kerja sama penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Keikutsertaan ini sekaligus menegaskan komitmen FOK UNG untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat jejaring kelembagaan, dan mencetak lulusan kesehatan masyarakat yang profesional, inovatif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan di Indonesia.(bm/habari.id).






