Menjaga Indonesia

‘Episode Eliminasi’: Rapimcab PPP Lahirkan 3 Nama Calon Pendamping Nelson

HABARI.ID, LIMBOTO I Sepertinya masih akan ada beberapa ‘episode’ lagi sampai Nelson Pomalingo benar-benar mendapatkan pendamping yang ideal di Pilkada nanti.

Rapat Pimpinan Cabang (Rampimcab) PPP yang selesai digelar tadi, baru merupakan ‘episode eliminasi’. Dari 7 orang yang mengajukan diri berpasangan dengan bakal calon Bupati yang dijagokan PPP, 3 orang sudah sudah mendapat legitimasi.

Penetapan 3 nama ini berlangsung alot. Banyak pertimbangan yang disampaikan sebelum fase penyaringan pendapat dan tanggapan 5 PAC PPP Kabupaten Gorontalo.

Di awal tahapan, dari hasil voting ada 5 nama yang mencuat, masing-masing, Warsito dari Partai Golkar, Hendra Hemeto Partai Golkar, Rajak Kano dari PPP, Dicky Gobel, dan Tommy Ishak dari Partai Gerindra.

Sebenarnya, pihak Despilkada PPP yang diketuai Alex Maga, sudah mengantongi 3 nama hasil seleksi selama kurang lebih 4 bulan. Namun, tetap ada fase penyampaian hak-hak PAC dan PAC diberi kesempatan untuk mengusung kandidat.

episode
Suasana Rapimcab PPP yang digelar di Pentadio Resort, Jum’at (03/07/2020).[foto_dwi/habari.id]
Dari 5 nama pilihan PAC itu, lalu mengerucut pada 3 nama; Hendra Hemeto, Dicky Gobel dan Tommy Ishak. Pentolan PPP Kabupaten Gorontalo, Syam T. Ase mengungkapkan, keputusan 3 nama ini kembali akan digodok.

“Sudah ada tiga nama, PPP dipastikan tetap solid. Kita akan rapatkan barisan dan menangkan Pilkada,” ungkap Syam T Ase.

3 kandidat memiliki probabilitas yang sama untuk bisa mendampingi sang petahana. Tentu saja, setelah episode eliminasi ini akan ada episode; ‘lobi-lobi tingkat tinggi’, untuk menentukan satu dari 3 orang terbaik ini yang akan dipilih menjadi pasangan calon Wakil Bupati.

“Amanah kita adalah harus berkoalisi. Kita sudah melakukan hitung-hitungan. Dengan berkoalisi memungkikan bagi kita mendapatkan kekuatan 50 ribu suara dari basis massa yang ada. Dan dengan kalkulasi ini, kita sudah bisa menghantarkan Nelson ke Pilkada,” kata Syam T Ase.

Sementara itu, Ketua Panjaringan, Alex Maga mengungkapkan pihaknya sudah melakukan penilaian dengan parameter normatif. Ada 5 kategori yang menjadi penilaian mereka, pertama terkait administrasi, tulisan 3 halaman yang memuat ide dan gagasan, wawancara, kunjungan, dan nilai popularitas.

“Dari 5 indikator ini poinnya 20 persen. Meskipun banyak yang tidak memenuhi alur itu,” ungkap Alex Maga.(dwi/habari.id)