Distribusi Stok Pupuk Bersubsidi Terhambat Karena Solar Langka, Komisi II Deprov Undang Pertamina

oleh
banner 468x60

HABARI.ID, DEPROV | Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo mengadakan rapat penting untuk menindaklanjuti hasil kunjungan lapangan terkait berkurangnya pupuk bersubsidi. Distribusi pupuk yang terhambat diklaim oleh distributor disebabkan oleh antrean panjang mobil pengangkut pupuk untuk mendapatkan BBM solar di SPBU.

Untuk mengklarifikasi masalah ini, Komisi II mengundang pihak Pertamina Gorontalo. Rapat yang berlangsung Senin (27/05/2024) tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II Venny Rosdiana Anwar. Ia menerangkan bahwa pasokan BBM khusus Bio Solar di Pertamina cukup aman hingga 26 hari ke depan.

banner 468x60

“Dalam rapat tadi, kami menyimpulkan bahwa pasokan BBM di depot Pertamina aman. Pendistribusian solar dari depot Pertamina ke SPBU sudah sesuai dengan jadwal pengiriman dan kuota yang diminta oleh pihak SPBU,” ungkap Venny Anwar.

Srikandi PDI Perjuangan itu mengungkapkan bahwa antrean mobil yang panjang di SPBU bukan berarti stok solar kosong. Bahkan pihak pertamina sudah mengatur waktu pengiriman secara bergiliran untuk seluruh SPBU dan pendistribusian BBM dilakukan setiap hari.

Untuk Provinsi Gorontalo, kuota Pertalite per tahun mencapai 157.684 KL, sementara Bio Solar sebanyak 40.395 KL per tahun. Kuota Bio Solar ini meningkat 1 persen dibandingkan dengan realisasi tahun 2023.

Sementara perwakilan dari pihak Pertamina, Doddy Angriawan menerangkan bahwa distribusi BBM di Provinsi Gorontalo sudah berjalan sesuai jadwal. “Pertamina terus berupaya memastikan distribusi BBM berjalan lancar agar kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian, termasuk distribusi pupuk bersubsidi tidak terganggu,” ujarnya. (dik/habari.id)

banner 468x60

Baca berita kami lainnya di


banner 468x60