Bangkit dan Kembali Pulih, Kita Butuh “Energi Positif”

oleh
Energi Positif
Terapkan protokol kesehatan, toko elektronik ini juga menyiapkan dan membagikan masker bagi pelanggan.[foto_fp/habari.id]
banner 468x60

HABARI.ID I Ini bukan lagi soal panjang-pendeknya usia yang sepenuhnya menjadi urusan Tuhan. Hidup di tengah pandemi COVID-19 juga mengharuskan orang-orang untuk berikhtiar agar bisa survive, bangkit dan kembali pulih dari keterpurukan …,

Orang-orang harus mengerti tentang arti penting empati, saling peduli dengan kehidupan dan keselamatan orang lain, hingga mendorong orang-orang untuk melakukan kebaikan kecil yang bermanfaat bagi sesama.

banner 468x60

Hanya segelintir orang saja yang mampu menerjemahkan kondisi sulit ini menjadi sebuah Energi Positif melalui kebaikan-kebaikan kecil.

“Saya yakin, Energi Positif ini dapat membuat orang-orang tetap survive dan tidak larut dalam depresi berkepanjangan karena pandemi …,”

“Anda boleh coba!. Buatlah satu kebaikan kecil. Dengan begitu, Anda sudah bisa mentransfer Energi Positif itu kepada orang lain,” kata Orlando, pemilik toko Cahaya Mandiri Elektronik.

Orlando memang sedang menceritakan apa yang dilakukannya di toko elektronik miliknya, sejak diberlakukannya PPKM Mikro di wilayah Kota Gorontalo.

Sebagai pemilik toko, dia telah menyampaikan kepada semua karyawannya, untuk langsung menyerahkan masker jika ada pelanggan yang datang belanja dan tidak menggunakan masker.

banner 468x60

“Karyawan saya hanya cukup mengatakan, ‘maaf Pak/Ibu…’, kemudian langsung sodorkan maskernya. Pelanggan yang awalnya datang tidak menggunakan masker, …,”

“Pasti akan menerima masker pemberian itu dengan senang hati dan langsung menggunakannya,” kata lelaki keturunan Tionghoa itu.

Bagi Orlando, ‘nilai positif-negatif energi’ yang diberikan karyawannya kepada pelanggan, sangat bergantung pada pendekatan dan komunikasi yang digunakan.

“Kalau seandainya karyawan saya mengatakan, ‘Maaf, Bapak/Ibu tidak menggunakan masker datang ke sini …’, maka saya menganggap karyawan saya telah mentransfer energi negatif …,”

“Bisa saja pelanggan tersebut merespon itu dengan kening mengernyit, menggerutu. Pasti akan bermacam-macam anggapan yang ada di pikiran pelanggan. Dan itu tidak baik,” terang Koh Yan, panggilan akrabnya.

Konsisten Terapkan Prokes

Sudah sejak lama Koh Yan menginstruksikan karyawannya untuk patuh terhadap Prokes. Setiap karyawan yang baru masuk kerja, wajib diukur temperatur tubuh, menggunakan hand sanitizer dan disemprot dengan cairan pembersih yang sudah disiapkan.

Untuk pelanggan, dia menyiapkan masker gratis, dan tempat cuci tangan di bagian depan toko. Baginya, menaati anjuran pemerintah soal Prokes, menjadi hal yang wajib.

“Tak ada tawar-menawar soal Prokes. Semua karyawan di sini harus patuh Prokes!,” tegasnya.(fp/habari.id)

Baca berita kami lainnya di

Tinggalkan Balasan