HABARI.ID, KOTA GORONTALO I “Jika ada indikasi korupsi di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Otanaha, maka saya sendiri yang akan mengusut sampai akarnya indikasi korupsi itu. Jadi, jangan main-main dan coba-coba saya akan audit khusus,” begitu kata Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea saat itu meninjau kondisi Rumah Sakit milik Pemerintah Kota Gorontalo.
Bukan tanpa alasan kenapa Adhan Dambea begitu marah besar saat mendengar ada indikasi penyimpangan penggunaan dana, pada pelaksanaan kegiatan fisik di RSUD Otanaha Kota Gorontalo yang dianggarkan melalui dana PEN. Karena Adhan Dambea tahu persis, Ia sendiri yang membangun RSUD Otanaha Kota Gorontalo, yang sebelumnya berstatus Puskesmas Piloloda’a.
Bahkan sejarah mencatat berkat kepemimpinan dan tangan dingin Adhan Dambea, sekarang masyarakat bisa menikmati pelayanan kesehatan prima di RSUD Otanaha Kota Gorontalo. Dimana keberadaan RSUD Otanaha Kota Gorontalo merupakan RSUD milik Pemerintah Kota Gorontalo, pengembangan dari Puskesmas Perawatan Pilolodaa yang dibangun pada tahun 1970 dengan nama Balai Pengobatan Potanga yang menempati salah satu ruangan Kantor Camat Kota Barat, pada tahun 1975.
Namun dengan berbagai upaya dari segenap unsur Pemerintah dan Masyarakat serta biaya swadaya masyarakat, maka penambahan ruangan dengan bertambah fungsinya menjadi Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA). Pada tahun 1990 beralih menjadi Puskesmas Pilolodaa dengan rawat inap Kotamadya Gorontalo.
Rumah Sakit Umum Daerah Otanaha diresmikan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea pada tanggal 19 Maret 2010 dan mulai beroperasi pada tanggal 19 Maret 2010 dengan jumlah pegawai 79 orang, terdiri dari pejabat struktural empat orang dan fungsional serta staf administrasi 75 orang, jumlah tempat tidur pasien 35TT.
Dengan semakin meningkatnya kegiatan dan tuntutan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, maka mulai diupayakan adanya gedung rumah sakit yang representatif berlokasi di Kecamatan Kota Barat. Pada tahun 2013 secara berangsur-angsur kegiatan pelayanan Rumah Sakit Otanaha pindah ke eks Gedung Dinas Sosial Provinsi Gorontalo, bertempat di Kelurahan Buladu Kecamatan Kota Barat yang diresmikan pemakaiannya Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea pada tanggal 14 Januari 2013.
RSUD Otanaha Kota Gorontalo saat ini berdiri kokoh, tentu wujud perjuangan Adhan Dambea untuk kepentingan masyarakat. Penyematan gelar sebagai Bapak Pembangunan Kota Gorontalo memang sangat pantas diberikan kepada Adhan Dambea, karena hanya Adhan Dambea yang dinilai mampu mengubah Kota Gorontalo.
Di tengah berbagai pencapaian RSUD Otanaha Kota Gorontalo sampai saat ini, tidak luput dari perhatian Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea. Bahkan belum lama ini Orang Nomor Satu di Kota Gorontalo itu tegaskan, Ia akan mengevaluasi kinerja seluruh pimpinan dan pegawai RSUD Otanaha Kota Gorontalo.
“Semua akan saya bersihkan, tidak ada pilih kasih siapapun dia. Karena memang di lain pihak, fokus kita membersihkan yang tidak beres. Kita akan ke Otanaha, karena di sana ada indikasi. Sepertinya apa yang terjadi di Aloei Saboe, terjadi juga di RSUD Otanaha,” tegas Adhan Dambea.(bm/habari.id).







