HABARI.ID, GOENTALO – Sepanjang tahun 2025, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo merehabilitasi sebanyak 128 pengguna narkoba. Hal itu terungkap dalam press release akhir tahun yang digelar di aula BNNP Gorontalo, Rabu (24/12/2025).
Program rehabilitasi tersebut menjadi bagian dari pendekatan kemanusiaan yang diusung BNN dalam upaya menyelamatkan penyalahgunaan dari ketergantungan narkotika.
Kepala BNNP Gorontalo, Brigjen Pol. Sri Bardiyati mengungkapkan bahwa mayoritas klien rehabilitasi berasal dari kelompok usia remaja.
“Dari data ini menunjukkan bahwa ada trend penyalahgunaan Narkotika dan obat-obat terlarang lainnya dilakukan oleh remaja,” ungkap Brigjen Sri.
Tak hanya itu, BNNP Gorontalo menekankan bahwa rehabilitasi tidak hanya bertujuan memulihkan kondisi fisik klien, tetapi juga aspek mental dan sosial. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu klien kembali berfungsi secara normal serta produktif di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Dalam mendukung keberhasilan rehabilitasi, BNNP Gorontalo turut melibatkan peran keluarga dan lingkungan sekitar. Ketahanan keluarga dinilai menjadi faktor penting untuk mencegah klien kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba setelah menjalani proses pemulihan.
Selain rehabilitasi, BNNP Gorontalo juga aktif melakukan upaya pencegahan melalui kampanye, advokasi, dan sosialisasi bahaya narkoba. Program-program tersebut banyak menyasar kalangan pelajar dan remaja sebagai langkah menekan angka penyalahgunaan sejak dini.
Sepanjang 2025, layanan rehabilitasi BNNP Gorontalo memperoleh Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 3,51 dengan kategori baik.
Rehabilitasi diharapkan menjadi jalan pemulihan bagi penyalahguna sekaligus upaya menyelamatkan generasi muda Gorontalo dari ancaman narkotika.(arl/habari.id)






