HABARI.ID, PEMPROV I Menurut Kepala Dinsosdukcapil (Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil) Provinsi Gorontalo, Reflin Buata, BLP3G (Bantuan Langsung Pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo), memiliki peran penting dan strategis dalam memenuhi kebutuhan masyarakat agar sejahtera.
Inilah salah satu alasan kata Reflin Buata, kenapa Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui instansi yang Ia nakhodai, melakukan review pengadaan BLP3G tahun 2026 Kamis (05/02/2026).
“Rapat review pengadaan BLP3G ini tidak hanya dilaksanakan secara internal Dinsosdukcapil Provinsi Gorontalo saja, tetapi kami turut mengundang unsur Biro Pengadaan dan Jasa Setda Provinsi Gorontalo, dalam rangka mensinkronisasi baik program kegiatan, kebijakan dan regulasi,” ujarnya.
Lanjut Refli Buata, ada beberapa hal menjadi pembahasa serius dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Dinsosdukcapil Provinsi Gorontalo tersebut.
“Pembahasan kami dalam rapat ini satu diantaranya, BLP3G yang sebelumnya melekat di bidang Linjamsos dan berpindah tanggungjawabnya pelaksanaan programnya ke Bidang Penanganan Fakir Miskin, karena adanya SOTK baru,” terangnya.
Terakhir Reflin Buata katakan, berdasarkan data yang dimiliki Dinsosdukcapil Provinsi Gorontalo, jumlah kuota penerima manfaat program bantuan sosial tahun 2026 sebanyak 3.000 keluarga di wilayah kabupaten dan kota dengan total anggaran Rp. 786 juta.
“Kami berharap perumusan penyaluran program bantuan sosial BLP3G ini cepat selesai, sehingga segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat penerima bantuan. Program ini sangat mempermudah masyarakat kurang mampu, apalagi masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrem,” pungkasnya.(bm/habari.id).






