Menjaga Indonesia

Perlintasan Kereta Api Ngegong Ditutup, Puluhan Warga Protes!

HABARI.ID, KOTA BLITAR I Puluhan warga melakukan aksi protes terkait penutupan perlintasan kereta api Ngegong di jalan Kolonel Sugiono hingga jalan Pemuda Soempono, Kota Blitar, Rabu (02/09/2020).

Mereka keberatan dengan penutupan perlintasan yang menjadi jalur alternatif menuju pemukiman dan beberapa kantor, seperti kantor KPU Kota Blitar dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Blitar.

Sebelum ditutup, di lokasi itu memang sempat ada insiden tabrakan mobil dan kereta api Mataremaja yang terjadi pada Minggu (30/08/2020). Begitu ditutup, kendaraan roda empat tak bisa lagi melintas di jalur itu, kecuali kendaraan roda dua.

Menurut warga, insiden yang memakan korban 5 orang itu, lebih disebabkan oleh kondisi perlintasan yang tidak dilengkapi dengan palang pintu dan juga petugas keamanan.

Menurut Rohmat selaku perwakilan warga, bahwa jauh sebelumnya warga sudah beberapa kali mengajukan permohonan agar perlintasan tersebut harus ada petugas resmi serta palang pintu perlintasan, terutama di jalan Imam Bonjol.

“Kalau ada palang dan ditempatkan petugas, ini tentu akan lebih aman bagi kendaraan-kendaraan yang lewat di perlintasan ini,” kata Rohmat.

Sejauh ini, perlintasan KA itu hanya dijaga relawan, yang sewaktu-waktu bisa tidak berada di tempat dengan berbagai alasan.

Apa yang menjadi tuntutan masyarakat lingkungan Ngegong ini, ditanggapi Humas PT. KAI Daops VII, Ixfan, yang juga berada di lokasi.

Ia mengungkapkan, keberadaan jalur KAI itu sudah sesuai dengan Undang Undang Perkeretaapian sehingga menjadi kewenangan sepenuhnya oleh PT. KAI.

Perlintasan Kereta Api
Kepala Dinas Perhubungan Kota Blitar saat menerima puluhan warga yang melakukan aksi protes di perlintasan kereta api Ngegong.[foto_istimewa]
Pihaknya bersedia untuk melakukan komunikasi dengan Dinas Perhubungan Kota Blitar dalam rangka pengamanan perlintasan.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Blitar, Priyo Suhartono yang juga turun langsung di lokasi mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak PT. KAI untuk mengakomodir apa yang menjadi tuntutan warga agar jalur perlintasan kereta api itu lebih aman.

“Terhitung mulai hari ini, kami akan melakukan pembersihan jalur perlintasan kereta api Ngegong dan kedepannya akan kami alokasikan untuk pengadaan palang pintu dan penempatan petugas keamanan sebagaimana yang diminta masyarakat demi kenyamanan dan keselamatan bersama …,”

“Akses jalan yang melewati perlintasan kereta api di Ngegong ini memang menjadi akses jalan penting bagi warga,” kata Priyo kepada awak media.(tos/habari.id)