Menjaga Indonesia
Daerah

Penundaan Vaksinasi Bukan Berarti Tidak Divaksin

HABARI.ID I Penundaan vaksinasi kepada Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo Jumat (15/01/2021) bukan berarti Ia tidak akan divaksin. Begitu kata Nelson, saat ditemui Habari.Id pada sela pelaksanaan vaksinasi di Rumah Jabatan Bupati Gorontalo.

Dan penundaan Nelson untuk divaksinasi karena hasil pemeriksaan kesehatan gula darah Nelson tinggi, sehingga petugas kesehatan merekomendasikan untuk menunda vaksinasinya.

“Hasil pemeriksaan kesehatan, gula darah saya tinggi, sehingga direkomendasikan menunda pelaksaan vaksinasi. Namun, bukan berarti saya tidak akan di vaksin, hanya jadwalnya menunggu gula darah saya normal,” ujar Nelson.

Hasil pemeriksaan kesehatannya adalah bagian dari prosedur dan syarat bagi setiap orang, yang akan menjalani vaksinasi.

Dan penundaan Nelson untuk vaksinasi tidak menghambat pelaksanaan vaksinasi di Rumah Jabatan tersebut.

“Ini adalah ketentuan dan syarat untuk menjalani vaksinasi. Artinya pemberian vaksin ini tidak sembarangan, dan harus memenuhi syarat …”

“Mulai dari pengambilan data diri, pemeriksaan kesehatan apakah menderita gejala penyakit akut atau tidak, sampai dengan aliran darah normal atau tidak,” terang Nelson.

Kaitan dengan vaksin Sinovac ini Nelson jelaskan, memang hanya diperuntukan kepada mereka yang berusia 18 sampai dengan usia 59 tahun.

Untuk Kabupaten Gorontalo sendiri mendapatkan 4.120 dosis dari Pemerintah Provinsi Gorontalo, dan sekitar 2.060 akan digunakan pada tahap pertama.

“Kami bersyukur pelaksanaan vaksinasi ini berjalan dengan aman dan sukses. Setalah kelompok pertama, proses pelaksanaan vaksinasi tahap pertama ini akan lanjut kepada tenaga kesehatan, tokoh masyarakat dan tokoh agama …”

“Dan khusus tenaga kesehatan Kabupaten Gorontalo, berjumlah 2.060. Sementara tempat pelaksanaan vaksinasi ada 27 titik yang tersebar di Kabupaten Gorontalo, salah satunya di 21 Puskesmas,” jelas Nelson.(Ver/habari.id).