Penghujung PENAS XVII: Mentan RI Sebut Kesejahteraan Petani Tembus 127 Persen

oleh
oleh
Mentan RI, Andi Amran Sulaiman, saat mendampingi Presiden RI, Prabowo Subianto.(f/bink).

HABARI.ID, PEMPROV I PENAS atau Pekan Nasional XVII Petani dan Nelayan tahun 2026, benar-benar memberikan manfaat besar untuk petani dan nelayan di Tanah Air. Betapa tidak, melalui laporan Mentan (Menteri Pertanian) RI, Andi Amran Sulaiman pada penghujung PENAS XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 Rabu (24/06/2026) di Gelanggang Olahraga David Tonny, bahwa kesejahteraan petani mencapai 127 persen.

“Izin Bapak Presiden NTP nilai Tukar petani, kesejahteraan petani kita meningkat tertinggi selama 34 tahun terakhir, yaitu 127 persen. Ini angka tertinggi selama 34 tahun terakhir,” ungkap Mentan RI saat melaporkan kepada Presiden RI.

Tidak hanya itu lanjut Mentan RI, Andi Amran Sulaiman, dimana selama kepemimpinan Prabowo Subianto sebagai Presiden RI harga pupuk di Tanah Air turun sampai 20 persen.

Menariknya lagai produksi pupuk di Indonesia turut mendapat perhatian Internasional yakni FAO atau Food and Agriculture Organization, merupakan organisasi pangan dan pertanian dunia.

“Penyederhanaan bantuan sarana produksi khususnya pupuk seluruh Indonesia, dua hari yang lalu dapat pengumuman oleh FAO bahwa produksi kita tertinggi nomor 4 dunia mencapai 38 juta ton,” terang Mentan RI.

Berbagai capaian-capaian di bidang pertanian dan nelayan tersebut kata Mentan RI, Andi Amran Sulaiman turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.

“Ijin Bapak Presiden juga pertumbuhan ekonomi sektor pertanian sesuai data BPS. Itu 5,74 persen tertinggi selama 25 tahun. Itu berkat kerja keras para petani dan nelayan seluruh Indonesia. Ekspor pertanian naik Rp 166 triliun. Impor kita, karena kita tidak impor beras medium lagi, turun Rp 41 triliun. Jadi total keuntungan petani Rp 200 triliun,” papar Mentan RI.

Terakhir lanjut Mentan RI, Andi Amran Sulaiman terkait dengan hilirisasi sampai saat ini terus berproses dan berprogres. Bahkan Kementerian Pertanian RI sendiri, sudah menargetkan membuka lapangan kerja sampai 3 juta orang.

Bapak Presiden. Hilirisasi sementara berjalan, Insya Allah kita bisa menciptakan lapangan kerja minimal sampai tahun 2029 berjumlah 3 juta orang. Dengan hilirisasi penanaman kakao, menteh, tebu itu gratis. Totalnya adalah 870 ribu hektare. Gratis, ini dari Bapak Presiden. Langsung, ini perintah Bapak Presiden,” pungkas Mentan RI.(bm/habari.id).

Baca berita kami lainnya di