Pawai Tolangga Meriahkan Maulid Nabi di Desa Palopo, Tradisi Gorontalo Terus Dilestarikan

oleh

POHUWATO – Tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Palopo, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, kembali berlangsung meriah. Pemerintah Desa Palopo menggelar pawai walima berupa tolangga dan toyopo yang diarak mengelilingi wilayah desa sebelum dibawa ke Masjid Jami Baiturrahman, Minggu (30/8/2026).

Pawai yang dimulai sekitar pukul 08.00 WITA itu diikuti Camat Marisa Usman Bay, Kepala Desa Palopo Agus Hulubangga, Ketua TP-PKK Desa Palopo, jajaran pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemangku adat, serta masyarakat setempat.

Tradisi pawai walima atau tolangga yang dihiasi kue dan berbagai perlengkapan tersebut menjadi salah satu bentuk pelestarian budaya masyarakat Gorontalo dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kepala Desa Palopo Agus Hulubangga mengatakan, tradisi tersebut telah dilaksanakan sejak dirinya menjabat sebagai kepala desa. Tahun ini menjadi pelaksanaan yang keempat kalinya.

Suasana pawai semakin meriah dengan kehadiran tolangga dari Polres Pohuwato. Sepanjang rute pawai, pengamanan juga dilakukan oleh jajaran Polsek Marisa yang turut hadir dalam rangkaian perayaan Maulid Nabi di Desa Palopo.

Setelah mengelilingi wilayah Desa Palopo, seluruh tolangga dan toyopo kemudian dibawa ke Masjid Jami Baiturrahman untuk dibagikan kepada para pezikir.

Para pezikir sebelumnya telah melaksanakan zikir atau dikili sejak Sabtu (29/8/2026) malam hingga pagi hari sebagai bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi adat dua lo u lipu, yang diawali dengan penjemputan Camat Marisa oleh pemangku adat untuk menuju masjid.

Camat Marisa Usman Bay mengapresiasi antusiasme masyarakat Desa Palopo dalam menjaga dan melestarikan tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Alhamdulillah, lanjutan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Palopo cukup meriah. Sejak pagi dilaksanakan pawai dan seluruh tolangga diarak mengelilingi sebagian wilayah Marisa. Ini menunjukkan komitmen dan antusiasme masyarakat dalam mencintai Rasulullah SAW serta mensyukuri kelahiran beliau,” ujar Usman.

Ia berharap tradisi tersebut terus dipertahankan dan dikembangkan setiap tahun sehingga budaya dan tradisi masyarakat Gorontalo dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tetap lestari.

Namun, Usman mengingatkan agar kemeriahan perayaan tidak hanya berhenti pada aspek seremonial.

“Jangan hanya terjebak pada kemeriahan perayaannya. Yang paling penting adalah bagaimana kita dapat meneladani Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Desa Palopo Agus Hulubangga mengatakan, rangkaian Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di tingkat desa merupakan kelanjutan dari perayaan yang sebelumnya telah dilaksanakan di tingkat Kabupaten Pohuwato.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan khidmat dan lancar. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Palopo yang telah berpartisipasi membawa walima dan toyopo ke Masjid Jami Baiturrahman, termasuk walima dari Polres Pohuwato dan pihak-pihak lain sebagai bentuk kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW,” kata Agus.

Ia berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi masyarakat untuk semakin mengenal, mencintai, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW, terutama dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat.

“Semoga melalui perayaan ini kita dapat meneladani sikap Rasulullah SAW dalam memimpin umat, termasuk dalam kehidupan rumah tangga. Beliau merupakan teladan dalam memperlakukan keluarga dengan penuh kasih sayang dan tidak bersikap kasar,” pungkasnya.

Baca berita kami lainnya di