HABARI.ID, KOTA GORONTALO I Syukuran atas kelulusan siswa yang kerap disebut dengan ramah tamah perpisahan, sudah menjadi tradisi setiap sekolah dimanapun berada, tidak terkecuali di SDN 38 Hulonthalangi Kota Gorontalo.
Bahkan demi kebahagian anak-anak mereka, acara syukuran atau ramah tamah perpisahan siswa SDN 38 Hulonthalangi ini sudah disiapkan orang tua siswa sejak Bulan Juli tahun 2025, melalui rapat orang tua siswa.
Hasil rapat di tahun 2025 itu melahirkan sebuah keputusan bersama orang tua siswa, tentang besaran biaya yang siap dipartisipasikan orang tua siswa yakni Rp 400 ribu, dengan metode pembayaran diangsur sebesar Rp 2000 setiap hari, supaya tidak terlalu menguras ekonomi orang tua siswa dan lebih terasa ringan.
Seperti disampaikan Ketua Komite SDN 38 Hulonthalangi Kota Gorontalo, Ramin Lubunelo, bahwa rencana pelaksanaan syukuran atau ramah tamah kelulusan siswa seperti ini di SDN 38 Hulonthalangi bukan hanya kali ini saja, tetapi sudah menjadi tradisi setiap tahun. Karena orang tua siswa menilai, kegiatan yang akan dilaksanakan tersebut demi kepentingan dan kebahagiaan anak-anak mereka.
“Kegiatan seperti ini sudah pernah kami laksanakan dan sukses, tanpa ada campur tangan pihak sekolah. Murni inisiatif orang tua siswa. Bahkan dalam hal keuangan atau pengumpulan partisipasi, itu dikelola orang tua siswa dan bukan pihak sekolah ..,”
“Tahun lalu di 2025 sesuai hasil rapat setiap orang tua siswa berpartisipasi sebesar Rp 300 ribu, dengan pola pembayaran diangsur sehingga meringankan keuangan. Tahun ini hasil rapat pada Bulan Juli di tahun 2025, besaran partisipasi orang tua siswa Rp 400 ribu, masih dengan metode yang sama yakni di angsur dan itu disepakati bersama. Jika ada yang tidak mau, tidak apa-apa kami orang tua siswa tidak memaksa,” jelasnya.
Senada disampaikan Sitriani Ono yang juga orang tua siswa di SDN 38 Hulonthalangi Kota Gorontalo, kenapa orang tua siswa menyetujui biaya syukuran perpisahan siswa itu Rp 400 ribu, karena metode pembayarannya yang sangat ringan yakni Rp 2000 setiap hari dan tanpa paksaan.
“Kami sebagai orang tua siswa, tetap akan melaksanakan kegiatan yang sudah sejak tahun 2025 kami rencanakan ini. Kenapa Rp 400 ribu kami rasa sangat ringan, karena kami membayarnya secara diangsur Rp 2000 setiap hari. Ini demi kepentingan anak-anak kami dan tidak ada urusan dengan sekolah,” tegasnya.
Tidak terkecuali kata Ain Mahmud, bahwa jika ada orang tua siswa yang tidak mau berpartisipasi, tentu tidak masalah bagi mereka. Karena kegiatan itu tetap akan mereka laksanakan, demi kebahagiaan anak-anak mereka.
“Hal seperti ini harusnya tidak menjadi sebuah masalah besar, karena ini inisiatif orang tua siswa bukan tekanan dari sekolah. Jika ada orang tua siswa yang tidak mau berpartisipasi, tinggal bilang ke kami atau Ketua Komite saja, tidak harus memposting ke sosial media, seakan-akan kegiatan ini tanpa dasar yang jelas ..,”
“Saya tegaskan, ini hasil kesepakatan orang tua siswa, bukan tekanan pihak sekolah. Kalau ada orang tua siswa yang tidak mau, silahkan. Kami tetap akan melaksanakan kegiatan ini demi anak-anak kami. Inilah penting menghadiri rapat, mencari tahu dulu informasi yang jelas dan cerdas menggunakan sosial media,” pungkasnya.
“Kami orang tua siswa yang siap melaksanakan kegiatan ini, akan membuat pernyataan ditujukan kepada SDN 38 Hulonthalangi dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo, atas pelaksanaan kegiatan syukuran perpisahan anak-anak kami. Terakhir, kami berharap Pemerintah Kota Gorontalo serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo, bisa mendukung kegiatan yang sudah kami rencanakan sejak tahun 2025 kemarin. Karena ini demi kepentingan anak-anak kami,” timpalnya menutup.(bm/habari.id).







